Lima tahun kemudian.
“Selamat datang di negeri baru” Tulisan spanduk itu telah lama memenuhi berbagai layar televisi raksasa yang menempel di depan gedung pencakar langit. Di bawahnya kendaraan bermotor berlalu lalang memenuhi kota yang padat dan sibuk.
Naga Merah sebagai ketua Tanduk Berlian kini menjabat sebagai kanselir atau pemimpin tertinggi pemerintahan baru Republik Miggleland. Sesuai janjinya, ia mengubah Miggleland menjadi negeri yang lebih baik. Tidak ada lagi diskriminasi antara hak istimewa bangsawan dan rakyat biasa, maupun diskriminasi antara manusia dan robot. Konferensi nasional menyatakan pembubaran kerajaan dan berdirinya Republik kedua Miggleland.
Hasyi dan Hasya kini tinggal di sebuah apartemen kecil sebagai rakyat biasa. Hasya sudah lama kehilangan gelar bangsawannya, namun ia tak pernah sedih. Hasya dan Hasyi sangat bahagia hidup sederhana. Mereka kini dapat bersama satu-sama lain tanpa ada lagi kekuatan di dunia yang bisa memisahkannya. Untuk apa menjadi ratu kesepian di suatu kerajaan yang sama-sekali tak memiliki keluarga ataupun orang yang ia sayangi? Apalagi semua orang di istana menghormatinya dengan terpaksa karena takut akan kekuasaannya. Hasya tetap gembira meskipun masih harus duduk di kursi roda. Sejak saat itu jiwa saudara kembar itu tak pernah lagi merasa hampa.
Hasya kini mengunakan banyak nama samaran, meskipun wajahnya masih mirip ketika ia naik takhta. Wajahnya sudah cukup berubah sehingga banyak orang yang sudah melupakan kekuasaan tirani Putri Hasya karena keadaan sudah sangat aman saat ini. Hasya tak perlu lagi takut akan diburu dan dieksekusi Tanduk Berlian.
Lanza kini bekerja sebagai seorang jurnalis cabutan setelah berhenti menjadi polisi kerajaan. Ia tetap senang dengan profesi barunya.
Sedangkan Selim berhasil mendapatkan gelar doktor di bidang thanatologi mengikuti jejak kakeknya hanya dalam waktu dua tahun. Ia kini menjadi seorang ilmuwan yang lingung bahkan terkesan rada gila. Ia berusaha menciptakan alat untuk berbicara dengan orang mati menggunakan salinan otak mayat itu. Meskipun hanya kegagalan dan kegagalan lainnya yang ia temukan. Setiap hari Selim mempelajari kematian semua mayat manusia yang akan ia makan. Selim juga belum menyerah untuk mewujudkan impiannya, yaitu membuat bumi ini sama indahnya seperti ketika sebelum perang nukilir dengan cara mengembalikan binatang ataupun tumbuhan yang sudah punah dengan penemuannya.
Adapun Hasyi kini menjadi guru konseling di sekolah anak-anak berkebutuhan khusus seperti impiannya sejak dulu. Ia ingin anak-anak berkebutuhan khusus di tangannya memiliki masa kecil yang bahagia, tidak seperti dirinya yang memiliki masa kecil hampa dan kesepiaan. Ia berusaha menjadi guru yang baik dan memahami pikiran dan perasaan mereka.
Semua teman Hasyi di regu pengumpan, yakni Aryan, Irvan, dan Anita pun hidup bahagia dengan pekerjaan masing-masing. Begitupun kedua saudara tiri Hasyi, Erdhem dan Alara. Kedua kakak beradik siluman laba-laba itu kini seringkali mengunjungi Hasyi di apartemennya. Alara dan Hasya pun semakin dekat sebagai adik dan kakak perempuan. Alara seringkali mencubit pipi Hasya yang sangat imut dan menggemaskan.
Selain bekerja, Aryan sangat terampil memainkan piano, meskipun mungkin itu agak dibesar-besarkan. Itu sebabnya ia kini berusaha bergabung dengan berbagai macam band, meskipun ia selalu ditolak karena sikapnya yang sulit diatur. Hingga kini persaingannya dengan Selim demi memperebutkan cinta Anita masih belum berakhir.
***
Mengajar murid penyandang autis bukan hal yang mudah. Terlebih lagi saat kondisi murid sedang meltdown. Bukan tidak mungkin beberapa pukulan dilayangkan murid kepada gurunya tanpa disadari. Dengan menggunakan pakaian serbabiru, Hasyi terlihat sangat sabar meladeni murid autis karena ia selalu berkaca dan menerima dirinya apa adanya. Ia selalu mengajak muridnya bicara dengan nada lembut dan sesekali mengingatkan muridnya untuk bersikap tenang. Kadang ia menangis bahagia karena sewaktu kecil dia juga suka sekali mengalami emosi tak terkendali seperti anak-anak autis itu.
Selain suka memukul, ada hal-hal unik lainnya dalam diri para murid Hasyi. Seperti saat sedang belajar tiba-tiba murid yang meltdown berlarian keluar kelas. Akibatnya, para guru pun langsung mengejar murid tersebut agar tidak membahayakan murid itu sendiri. Jadi ditenangkan dulu, baru nanti ikut belajar lagi bersama teman-temannya. Banyak orang tua murid yang khawatir menyekolahkan anaknya yang autis. Para orang tua itu takut anaknya akan dibully karena mereka berbeda dari anak-anak lainnya, meskipun sebenarnya anak autis terutama sindrom asperger termasuk anak cerdas.
Meskipun berada dalam satu kelas dengan anak normal, anak penyandang autis ini tidak pernah memengaruhi anak normal. Terbukti, anak normal yang bersekolah dan satu kelas dengan anak autis masih dapat berprestasi seperti masuk SMP dan SMA unggulan.
Tercatat murid normal yang bersekolah di yayasan ini sebanyak 116 orang, sedangkan untuk anak autis sebanyak 59 orang. Memberi pelajaran anak-anak ini juga terkesan monoton. Misalnya dalam satu minggu, hanya memberi dua pelajaran, dan diajari secara berulang-ulang. Anak-anak berkebutuhan khusus itu hanya fokus pada satu hal. Terlalu banyak hal dalam satu waktu bisa membuat mereka kebingungan.
"Di yayasan itu aku mengajarkan anak-anak bernyanyi, menulis, membaca, dan menggambar," terang Hasyi pada Hasya.
"Pokoknya mengajar itu seru. Ada yang nakal, ada yang enggak. Tapi semua nakal sama seperti aku waktu masih kecil," Hasyi mendorong Hasya dari bangku kursi rodanya ke dalam sebuah bangunan besar.
Awalnya Hasyi membenturkan kepalanya ke tembok bangunan itu karena bingung mencari cara menaikkan kursi roda Hasya ke atas anak tangga. Tetapi Hasya dengan sangat lembut menenangkan Hasyi dan menanyai salah-satu orang di sana di manakah lift yang tersedia.
Setiap pergi keluar rumah, Hasya selalu ikut Hasyi dengan kursi rodanya. Hasyi tidak tega meninggalkan Hasya sendirian di dalam apartemennya.
Mereka berdua datang ke konferensi nasional autisme yang digelar karena kebijakan rezim Tanduk Berlian. Padahal di zaman kerajaan, pihak kerajaan tidak pernah peduli dengan nasib anak penyandang autisme, bahkan banyak anak autis yang terbunuh akibat menjadi kelinci percobaan, hingga membuat Hasyi menyimpan sedikit rasa benci pada ayahnya. Namun Hasyi tahu ayahnya yang telah tiada sudah menyayanginya jadi ia bisa melupakan itu dan memaafkan ayahnya.
Di konferensi itu, Hasyi melihat seorang anak perempuan yang berputar-putar di tempat, mengingatkan dirinya yang selalu merasa nyaman saat berputar-putar dalam sebuah ayunan. Ada pula orang tua yang menyangkal perkataan seorang ahli psikologi jika autis adalah gangguan mental pada anak-anak mereka. Begitupun ada beberapa psikolog yang membantah perkataan rekannya barusan. Pertengkaran antara orang tua dan ahli psikologi mengingatkan Hasyi dengan ibunya yang pernah naik pitam dengan psikolog yang mendiagnosanya pada usia lima tahun. Ini membuat Hasyi menjerit dan menutup telinganya karena suara pertengkaran yang terlalu berisik.
“Menurutku melakukan stimming dan menstimulasi seperti menggerakkan bagian tubuh berulang-ulang itu bisa menangkan saraf, meskipun terlihat aneh itu bukan berarti mereka mengalami gangguan mental atau gila. Itu lebih baik daripada dikekang, justru dikekang adalah hal yang gila!” tiba-tiba Hasyi membuka suara setengah berteriak.
Semua perhatian orang tua dan psikolog tertuju pada Hasyi. Hasya pun hanya melongok melihat amarah yang dilepaskan kakak kembarnya. Ia kebingungan. Seminar itu seketika hening ketika Hasyi dengan agak kurang sopan menyerobot pidato ahli psikologi.
“Berapa usia anakmu, Tuan?” tanya ahli psikologi di panggung seminar itu pada Hasyi yang baru meredakan emosinya. Kini Hasyi memang sudah terlihat cukup dewasa untuk memiliki anak.
“Aku belum memiliki anak,” jawab Hasyi singkat. Banyak orang tua yang lalu menghela napas meremehkan Hasyi. Mereka menganggap Hasyi tidak paham apapun karena tak memiliki anak autis seperti orang tua yang lain. Hasyi datang ke seminar itu untuk penelitiannya sebagai guru konseling anak berkebutuhan khusus.
“Tapi, aku seorang penyandang autis. Aku memerlukan sensasi untuk dipeluk. Temanku Selim yang juga mengalami autisme suatu ketika bisa mengembangkan mesin. Kami berdua masuk ke dalam mesin itu. Kami merasa berbeda setelah keluar dari mesin itu. Kami merasa lebih bisa bersosialisasi. Aku juga tidak bisa memahami adik kembarku yang mengajakku berbicara saat usiaku kurang dari lima tahun,” Hasyi melirik Hasya dengan wajah cemas .”Namun dulu ketika masih remaja aku sempat menjadi anggota organisasi Tanduk Berlian, meskipun menemukan banyak kesulitan dan tantangan, teman-temanku selalu ada di sisiku untuk menolong dan aku cukup mampu menyelesaikan misi yang mereka berikan, dan kini aku punya gelar master bidang pendidikan dan akan menyusul temanku, Selim, yang membuat mesin itu untuk mendapatkan gelar doktor.”
“Bagaimana caramu belajar berbicara dengan baik, hingga bisa berpendidikan tinggi?”
“Bagaimana mungkin kau yang mengalami autisme bisa bergabung dengan pemberontak restorasi kebangkitan Miggleland?”
Orang tua murid membanjiri pikiran Hasyi dengan sejumlah pertanyaan. Mereka sangat ingin mengetahui rahasia Hasyi yang mengalami autisme namun dianggap bisa meraih kesuksesan. Para orang tua yang sangat menyayangi anaknya itu kini ingin anak autis yang mereka rawat dapat menjadi sukses seperti Hasyi.
“Tolong jangan berteriak padaku,” seru Hasyi pada semua orang tua anak autis di konferensi. ”Kebanyakan anak autis sangat sensitif terhadap warna dan suara, terlalu banyak hal dalam satu waktu dapat membuat panik.”
“Bagaimana kau dapat sembuh,” tanya salah satu orang tua anak autis dari bangku depan.
“Aku tidak sembuh, selamanya sebesar apapun perubahan yang terjadi pada diriku, aku akan tetap menjadi anak autis,” tukas Hasyi.
“Ibuku tak percaya aku mengalami sedikit gangguan verbal, namun ketika aku berbicara dengan cukup baik, ibuku menitipkanku sesaat di panti asuhan dan ketika aku sudah lebih sedikit dewasa, ibuku yang merupakan siluman harimau, pemburu yang andal, mulai percaya mengajariku dan mengizinkanku berburu penguin sendirian di aliran sungai yang membeku. Itu bukanlah hal mudah untuk melepaskan anak autis seperti diriku. Ibuku memang selalu khawatir tapi ia ingin melihat seluruh keberanian yang kumiliki. Baik di rumah bersama ibuku maupun di dunia luar, aturan dan kesopanan sangat penting. Aku beruntung ibuku mengajari itu padaku, semua itu berhasil padaku,” ujar Hasyi berapi-api.
Dari kursi rodanya, Hasya meneteskan air mata begitu mendengarkan penjelasan Hasyi.
”Setiap orang yang kutemui bekerja keras dan menyakinkan jika aku bisa menjadi orang yang berguna, maksudku semua orang baik yang kutemui tahu aku berbeda tapi tak berkekurangan. Kalian seharusnya tahu aku dan anak-anak autis kalian pasti memiliki bakat. Anak-anak autis kalian akan melihat dunia dengan cara yang baru. Aku menganggap sesuatu yang kecil sangat berharga ketika orang lain membuangnya dan tak memperhatikannya…” sejenak Hasyi menghentikan kata-katanya. Ia menghela napas dalam-dalam sebelum melanjutkan kalimatnya.
“Aku tak ingin pikiranku mati bersama mayatku. Aku ingin meninggalkan sesuatu yang berharga di dunia ini. Anak autis sepertiku dan semuanya, sama seperti Nikola Tesla dan Thomas Alva Edison, mereka dianggap aneh tapi pemikiran mereka yang aneh itu lebih masuk akal daripada pemikiran semua orang dan pada akhirnya semua orang meminta maaf pada mereka.” Kembali Hasyi menghentikan kata-katanya.
“Maaf tolong tapi kami ingin mendengar semuanya,” pinta salah seorang pembawa acara.
”Ya ceritakan pada kami,” semua orang tua yang memiliki anak autis mendesak Hasyi untuk naik ke atas panggung.
Hasyi membayangkan sebuah gerbang harapan baru di atas panggung itu. Ketika menaiki panggung itu, Hasyi merasakan semua orang yang pernah menghina ataupun meremehkannya tertinggal jauh di belakangnya, dan melihat semua teman dan orang yang menyayanginya mengulurkan tangannya mencoba menarik Hasyi menuju panggung besar itu.
“Nama saya Hasyi Ozgur…” Hasyim kehabisan kata-kata.
Hasyi sudah mengeluarkan seluruh isi hatinya sebelum naik ke atas panggung. Tak ada kata-kata lain yang Hasyi ucapkan selain pemacu semangat kepada anak autis maupun pada orang tuanya agar tetap sabar dan pantang menyerah karena merawat anak autis seperti Hasyi bukanlah hal yang mudah dan hidup dengan dilahirkan sebagai anak autis juga tidaklah mudah. Mereka harus menghadapi seluruh tantangan yang akan menanti anak autis di masa depan.
“Kakak, mungkin bukan orang yang sempurna, namun kau adalah kakak kembar terbaik yang pernah kumiliki,” Hasya mengulurkan tangannya meminta Hasyi mendekapnya dari kursi rodanya.
Kondisi Hasyi sudah banyak berubah. Ia tak perlu takut lagi dengan dekapan kasih sayang seperti ketika ia dulu didekap ibunya. Senyuman Hasya telah menggantikan senyum ibu Hasyi yang selalu menerima kehadiran Hasyi di dunia ini, apa adanya. Hasya pun selalu bisa merasakan sakit yang juga dirasakan Hasyi.
“Ingatlah Hasya, kita memiliki darah yang sama, kau adalah bagian dari diriku. Jika kau merasakan sakit, maka aku akan merasakan yang lebih sakit daripada yang kau rasakan.”
“Hasya demi dirimu, aku berjanji akan menciptakan dunia yang lebih indah daripada dunia kita saat ini. Akan kutunjukkan cahaya yang berkilau di dunia, entah bagaimana caranya. Tak akan kubiarkan siapapun menghalangi tujuanku. Jika kau mau, akan kurebut kembali negeri ini demi dirimu. Aku bersumpah akan menggulingkan kekuasaan Suku Vlad.”
XXX
Anita Isadora berdiri di tengah ruang tamu apartemen Hasya, tatapannya menusuk hingga ke setiap sudut. Cahaya lampu lembut memantul di rambutnya yang panjang, tetapi ada kilau aneh, seperti sisik halus yang bergerak di bawah kulitnya. Hasyi, Hasya, Selim, Aryan, Sinbad dan Lanza Naredin duduk melingkar di sekitarnya, masing-masing menatap dengan campuran rasa ingin tahu dan skeptisisme.
"Aku minta kalian semua dengarkan," suara Anita terdengar lebih berat daripada biasanya, dan ada getaran di udara, sesuatu yang membuat bulu kuduk mereka meremang. "Republik Miggleland kedua… tidak akan bertahan lama."
Semua mata menatapnya, tak percaya. Hasya mengernyit. "Anita, jangan bercanda. Republik itu masih baru, dan… Attila Sombreus itu cuma mitos, legenda tua."
Anita melangkah maju, tangan kanannya menelusuri udara seakan meraba sesuatu yang tak terlihat. "Itu bukan mitos. Aku merasakannya. Arwah dari peradaban kuno itu, energi Attila Sombreus, sedang menuju Benua Miggleland."
Aryan menertawakannya, tipis, penuh rasa meremehkan. "Kau serius? Energi arwah seorang jenderal kuno? Kita harus mulai panik kalau begitu?"
Anita menatap tajam. "Kalian boleh meremehkan republik yang sekarang—aku tahu kalian tidak suka rezim Kanselir Naga Merah itu, yang dulu terlihat progresif tapi akhirnya sama korupnya dengan kerajaan yang kita gulingkan. Tapi percayalah… hidup di bawah kekuasaan naga merah itu seperti digigit semut dibandingkan masa depan Valdoria. Jika seluruh bumi Valdoria jatuh di tangan arwah dan residu kesadaran Attila… bahkan para dewa dan malaikat pun kesulitan menaklukkannya."
XXX
Aliansi Bumi antara Ketsaran Arcakarta dan Umatradayawipa di Benua Miggleland dibentuk setelah kekaisaran kuno, yang dikenal sebagai Crystal Empire, runtuh. Dengan tujuan menjaga “stabilitas” dan mencegah kebangkitan Crystal Empire.
.
Jutaan tahun lalu, Crystal Empire yang berpusat di Hollow Earth atau rongga bumi mencapai puncak kejayaannya di bawah Jendral Attila Sombreus yang kejam dengan teknologi yang tak tertandingi sampai peradaban mereka musnah hanya beberapa ratus tahun lalu, merekayang awalnya peradaban terisolasi mulai menantang hukum kosmik Yggdrasil demi mencapai keabadiaan, Attila Sombreus hidup sebagai penguasa abadi Crystal Empire selama 1 juta tahun. Mereka membangun menara kristal setinggi cabang langit, berusaha menyalin cahaya dari negeri para Valkry, bahkan mencoba membelah akar-akar Yggdrasil untuk menggali “sumber kekuatan abadi”. Crystal Empire muncul ke permukaan bumi pada tahun 2020 Masehi dan mencoba menaklukan berbagai negara di bumi pada masa iru.
Crystal Empire memiliki teknologi futuristik, jutaan tahun melampaui zaman. Pesawat besi, mesin perang raksasa, senjata tenaga kristal—semua menjadikan mereka tak terkalahkan. Kekaisaran ini menaklukkan dunia demi dunia melalui akar Yggdrasil. Kerajaan Kuno ini memiliki teknologi dan pengetahuan yang sangat maju, termasuk kemampuan membuat Senjata Kuno serta teknologi transportasi laut yang sangat canggih. Sebuah peradaban yang bahkan tak bisa ditundukkan oleh para dewa dan malaikat di Valhalla.
Namun, keserakahan mereka mengundang murka. Di sudut paling jauh, Kurukshetra berdiri sebagai saksi bisu peperangan yang telah menggoreskan luka dalam pada jiwa bangsa. Aliansi besar terbentuk: penyihir agung,ras siluman Asura, Valkry, elf, dwarf, marmaid, unicorn, hingga manusia bebas bersatu melawan kekuatan mesin Crystal Empire.
Dua faksi besar, yang pernah bersaudara dan bersettru, kini ada di barisan sama dengan dendam yang membara. Perang ini bukan hanya soal tahta dan kekuasaan, tapi juga menghancurkan ikatan darah dan menghimpun faksi-faksi yang terpecah menjadi batu bara yang siap membakar galaksi.
Tindakan Crystal Empire mengguncang keseimbangan sembilan dunia. Hukum sihir melemah, roh-roh purba terguncang, dan banyak dunia mulai retak. Dalam keputusasaan, bangsa-bangsa Valdoria bersatu untuk terakhir kali, dipimpin oleh seorang penyihir agung bernama Utnaphistim.
Utnaphistim adalah penyihir tua yang konon hidup sejak kelahiran Yggdrasil. Ia menyadari bahwa melawan mesin perang Crystal Empire dengan pedang dan sihir saja takkan cukup. Maka, ia memanggil kekuatan terdalam Yggdrasil, memohon agar pohon kosmik itu melepaskan “air mata purba”-nya.
Dengan mantra pengorbanan yang menukar jiwanya sendiri, Utnaphistim melepaskan Banjir Agung: lautan kosmik yang tumpah dari akar dan cabang Yggdrasil, melanda seluruh dunia.
Crystal Empire, dengan seluruh kota kristal terapungnya, tenggelam di bawah gelombang cahaya dan air. Mesin perang raksasa mereka runtuh, benteng logam terkoyak, dan pasukan besi dihancurkan oleh kekuatan yang bahkan teknologi mereka tak bisa tahan.
Setelah perang kosmik selama ribuan tahun, akhirnya Crystal Empire runtuh. Dari reruntuhan peperangan ini lahir luka dan kebencian turun-temurun, membentuk benih konflik yang mengancam setiap kerajaan di Valdoria.
Namun, banjir itu tak hanya menghancurkan Crystal Empire. Peradaban Valdoria pun ikut binasa.
Perpustakaan agung elf di cabang timur hanyut bersama sungai kristal.
Kota-kota emas manusia di lembah runtuh jadi rawa.
Armada laut marmaid terhempas ke kedalaman, hanya sedikit yang selamat.
Bahkan dwarf kehilangan tambang purba mereka, tertutup lapisan es abadi.
Sejak saat itu, Valdoria kehilangan sebagian besar ilmu dan teknologi kuno. Bangsa-bangsa kembali pada kesederhanaan: pedang, perisai, dan sihir alami. Banjir Agung menandai awal era kemunduran, di mana peradaban Valdoria mundur jutaan tahun.
Meski tubuhnya lenyap, roh Utnaphistim tetap hidup di dalam Yggdrasil, berwujud suara samar yang kadang terdengar di antara desiran daun atau aliran sungai. Banyak penyihir percaya, selama roh Utnaphistim masih bersemayam di dalam pohon kosmik, Valdoria akan tetap memiliki harapan melawan kegelapan.
Jenderal Attila Sombreus dikutuk: jasadnya hancur, namun arwahnya tidak musnah. Ia bersama para jenderalnya dipenjara di Wonderland, negeri yang dibangun khusus untuk mengurung mereka.
Namun, Attila Sombreus yang arwahnya selamat dari kehancuran, menyimpan dendam tak berkesudahan. Ia menyebut Utnaphistim sebagai “pengkhianat agung”, dan berjanji suatu hari akan membalikkan banjir itu menjadi Gelombang Bayangan untuk menenggelamkan Valdoria sekali lagi—kali ini bukan dengan air, melainkan dengan pasukan roh dan mesin kegelapan.
Sisa-sisa manusia Crystal Empire melarikan diri dan mendirikan kekaisaran baru bernama Tartaria—imperium agresif yang terus mengincar dunia-dunia Valdoria. Karena itu, umat manusia membangun tembok raksasa di setiap dunia untuk bertahan sejak zaman kuno, meskipun tartaria harusnya sudah punah 1000 tahun lalu tapi mereka tak pernah benar benar lenyap.
Meski Crystal Empire sudah hancur, arwah-arwah Attila Sombreus tidak tinggal diam. Mereka membentuk pasukan bayangan, menguasai mimpi, dan merasuki jiwa yang lemah. Secara perlahan, mereka memberontak dari dalam penjara Wonderland.
Akhirnya, pengkhianatan besar terjadi: para arwah berhasil menumbangkan Queen dan King of Hearts, menjadikan Wonderland sebagai benteng baru mereka. Negeri penuh warna itu berubah jadi kerajaan hantu.
Alice, Valkry terakhir yang masih bertahan di Wonderland. Ia menyaksikan pembantaian raja dan ratu, dan menjadi satu-satunya yang lolos dari kehancuran. Alice kini melarikan diri ke dunia manusia di Valdoria, membawa kabar tentang kebangkitan Sombreus.
Attila Sombreus, arwah tirani yang semakin kuat, kini memiliki pasukan baru: gabungan goblin, orc, dark elf, pasukan hantu, dan Tartaria. Ia bertekad mengembalikan tubuh fisiknya dengan mengorbankan Yggdrasil itu sendiri.
Attila Sombreus berniat menghimpun pasukan untuk menguasai Valdoria dari tangan Siluman dan Manusia. Dengan campur tangannya Orc diciptakan dari Elf (dan juga manusia) generasi awal yang ditangkap oleh Sombreus, disiksa dan dimanipulasi untuk dijadikan kelinci percobaan pembentukan tentara. Sedangkan Goblin disebut sebagai jenis Orc dengan tipe yang sedikit berbeda ukurannya.
Ternyata, Yggdrasil sendiri adalah “mesin kosmik” yang menjaga keseimbangan 9 dunia. Jika Sombreus menguasainya, ia bisa menghidupkan kembali Crystal Empire dengan tubuh fisik yang lebih kuat.
Valdoria adalah semesta dengan 9 dunia yang semuanya dihubungkan oleh pohon kosmik bernama Yggdrasil Setiap cabang Yggdrasil menyambungkan dunia-dunia: negeri laut dalam milik marmaid, gunung tinggi dwarf, kerajaan manusia, kota para elf, hingga negeri pegasus dan unicorn.
Di puncak Yggdrasil berdiri negeri surgawi bernama Valhalla, rumah para Valkry—pejuang perempuan bersayap yang menjaga keseimbangan dunia. Dari antara negeri-negeri itu, ada satu dunia aneh bernama Wonderland, sebuah kerajaan penuh misteri yang dipimpin oleh Queen of Hearts dan King of Hearts. Mereka adalah penguasa yang menjaga kunci penjara terbesar sepanjang sejarah: Crystal Empire yang terkutuk.
Aliansi bumi sengaja menahan kemajuan teknologi untuk memastikan tidak ada pihak yang menyaingi kekuasaan mereka. Misalnya, penelitian Senjata Kuno hanya bisa dilakukan secara rahasia, bukan untuk kemakmuran publik. Bumi juga mengalami kemunduran teknologi setelah perang nuklir.
Tujuan mereka adalah mengontrol sejarah dan informasi, mereka membakar atau menyembunyikan dokumen kuno yang bisa membangkitkan kekuasaan Crystal Empire. Mereka menggunakan propaganda untuk menjaga citra aliansi bumi dan mencegah pemberontakan, misalnya menutupi fakta sejarah tentang Crystal.
Banyak penemuan atau artefak dari Kerajaan Kuno disembunyikan atau dimusnahkan. Para ilmuwan tidak bebas meneliti karena khawatir penemuan mereka disalahgunakan atau dihancurkan.
Dunia sebagian besar terdiri dari laut dan pulau-pulau terpencil. Sulit bagi teknologi untuk menyebar luas; setiap pulau punya kondisi dan sumber daya yang berbeda, sehingga inovasi terbatas.
Aliansi Bumi memerintah dengan otoritas absolut dan mengatur dunia melalui Jannisari sebagai kekuatan militer utama. Memiliki sistem hukum internasional, militer, dan agen rahasia. Aliansi Bumi berhasil menghancurkan Crystal Empire yang sudah berdiri sebagai negara adidaya selama 1 juta tahun berkat bantuan para dewa dan malaikat.
XXX
Keheningan menyelimuti ruangan. Selim menggeser tubuhnya, gelisah. Lanza Naredin menelan ludah. Anita mengangkat tangannya, dan tiba-tiba cahaya menyala di sekelilingnya, memaksa semua orang menunduk.
Dalam sekejap, wujud Anita berubah. Tubuhnya memanjang, bersinar dengan cahaya putih keemasan, sayap luas terbentang di belakangnya. Sisik ular di lengannya berkilau seperti permata. Mata mereka membesar—Anita bukan sekadar siluman ular. Dia adalah malaikat yang diusir dari Valhalla.
"Isadora…" napas Hasya tercekat, setengah memanggil, setengah kagum.
Semua refleks membungkuk hormat, tapi Anita mengangkat tangannya tinggi. "Berdiri! Tidak ada waktu untuk terkejut!"
Suaranya bergema, menembus dinding apartemen, dan di sana, di antara mereka yang tercengang, hanya ada satu hal yang jelas: perang yang lebih tua dari sejarah sedang kembali ke dunia, dan mereka semua akan terlibat, mau tidak mau.
Anita menurunkan tangannya perlahan, namun cahaya dari tubuhnya tetap memancar, membuat bayangan mereka menari di dinding apartemen. Ia menatap masing-masing teman-temannya satu per satu, matanya seperti menembus jiwa mereka.
“Lihat ini,” katanya dengan suara berat yang penuh kewibawaan. Ia mencondongkan tubuhnya sedikit, dan udara di ruangan bergetar halus, seperti ada energi yang melintasi batas dimensi. Perlahan, bayangan gelap muncul di tengah ruangan, kabut hitam berputar-putar, membentuk sosok tinggi, berlapis baju perang antik, helmnya bergigi menyeramkan, matanya bersinar merah pucat.
“H… hantu itu…,” gumam Selim, suaranya tercekat.
“Dia…” Aryan menatap dengan mata membulat. “Itu… Attila Sombreus?”
Anita mengangguk, tetapi ekspresinya tegang. “Ya. Ini hanyalah residu energi yang mendekat dari Valdoria. Dia… bangkit dari legenda, dari peradaban yang sudah lama lenyap. Dan ini baru permulaan.”
Kabut hitam itu bergerak, menyelimuti apartemen, membuat dinding seperti hidup, berdenyut. Semua perabotan bergoyang lembut, dan udara terasa berat, menekan dada mereka. Hasyi menatap Anita dengan takut campur kagum.
“Kalian mungkin berpikir rezim naga merah itu menakutkan,” Anita melanjutkan, suaranya tegas, tapi setiap kata bergetar di udara, “tapi dibandingkan dengan kekuatan ini, bahkan naga itu hanyalah semut di padang perang.”
Lanza Naredin menelan ludah, tubuhnya gemetar. “Apa yang bisa kita lakukan? Kita hanya… manusia, atau… siluman, tapi… ini… itu bahkan… tidak manusiawi!”
Anita melangkah ke depan, energi dari tubuhnya bergabung dengan bayangan Attila yang melayang di udara, menciptakan pusaran cahaya dan gelap. “Kita tidak punya pilihan. Kita harus bersiap. Dan… kalian harus mempercayai aku. Aku bukan sekadar Anita si siluman ular. Aku Isadora, malaikat yang pernah diusir dari Valhalla. Dan aku akan memimpin kalian melalui ini.”
Seketika, kabut itu menderu lebih kencang, dan bayangan Attila tampak mencondongkan tubuhnya, seakan merasakan kehadiran mereka. Seluruh teman Anita terdiam, napas mereka serasa tertahan oleh ketegangan yang nyata—ini bukan mimpi, bukan mitos. Ini energi kuno yang hidup, mendekat, dan perlahan… siap menelan Benua Miggleland.
“Bersiaplah,” suara Anita bergema, menembus kabut. “Ini bukan soal pilihan. Ini perang yang harus kita hadapi—sekarang, atau tidak sama sekali.”
Api kecil yang selama ini bersemayam di tubuh Hasyi mulai berputar liar, memantul ke dinding-dinding dan memunculkan bayangan menakutkan. Hasyi terhuyung mundur, matanya melebar, jantungnya berdebar tak menentu.
Tiba-tiba, dari pusaran api itu, sosok tinggi dan berjubah muncul—seorang pria dengan aura kuno, api keemasan menari-nari di sekelilingnya, matanya bersinar seperti bara yang hidup. Sosok itu berjalan mantap, menapakkan kaki di lantai apartemen seakan-akan dunia ini miliknya.
Hasyi menatap sosok itu dengan campuran takut dan tak percaya. Suaranya bergetar saat berbicara:
“Kamu… kamu siluman api misterius yang selama ini bersemayam di tubuhku sejak kecil… sejak aku lahir? Kenapa… kenapa kamu tiba-tiba keluar dan bisa menapakkan diri seperti ini? Tak masuk akal!”
Sosok itu menoleh perlahan, api di sekelilingnya berputar seperti mahkota yang hidup, dan senyumnya tipis, penuh wibawa.
“Aku Utnaphistim,” suaranya bergema di seluruh ruangan, berat dan kuno. “Penyihir yang pernah menaklukkan Attila Sombreus… dan memang, aku telah berada dalam dirimu sejak lahir, Hasyi. Tapi waktunya sekarang telah tiba untuk muncul, karena kekuatan yang sedang bangkit tidak bisa lagi ditahan dari dalam.”
Hasyi menelan ludah, gemetar. “Aku… aku selama ini… menganggap api itu hanya bagian dari diriku… tapi kamu? Kamu benar-benar… hidup?”
Utnaphistim melangkah lebih dekat, langkahnya mantap dan penuh kekuatan. “Kehadiranmu hanyalah wadah, Hasyi. Tapi kini aku bebas. Dan percayalah… apa yang akan kau hadapi lebih besar daripada yang pernah kau bayangkan.”
Anita menatap dengan mata berbinar, penuh sukacita. “Utnaphistim! Aku tidak percaya! Kau masih hidup! Denganmu… mungkin kita bisa menghentikan Sombreus!”Namun, senyum Utnaphistim berubah menjadi dingin. “Maaf, Anita. Musuh yang akan kalian hadapi terlalu kuat. Aku tidak berpihak padamu. Aku memilih untuk… bertahan dengan cara sendiri.”
Seketika, aura api Utnaphistim membara lebih dahsyat, menyalakan seluruh apartemen, dan perang yang tak terelakkan pun mulai. Hasyi menatap sosok api yang dulu tersembunyi di tubuhnya, menyadari bahwa kekuatan yang selama ini ia miliki… kini menjadi ancaman sekaligus misteri yang harus mereka hadapi.
Utnaphistim mengangkat satu tangan, api di sekelilingnya menyalak lebih liar. “Kalian terlalu lemah untuk menghadapi kekuatan yang akan bangkit. Energi Sombreus semakin mendekat, dan kekuatanku… telah melemah seiring berjalannya waktu. Aku tidak berpihak padamu. Aku menyerah pada Sombreus. Melawan Sombreus sama dengan mati konyol, mahluk fana seperti kalian pasti tidak paham itu”
Selim dan Aryan terkejut. “Apa?! Kau akan mengkhianati kita setelah semua yang kau ketahui tentang Sombreus?!”
Utnaphistim hanya tersenyum tipis, dingin. “Musuh ini terlalu kuat. Kalian hanyalah pion di medan perang kuno yang sedang dibangkitkan.”
Dengan itu, api kuno melesat ke arah mereka. Pertarungan pecah. Lanza dan Selim menangkis serangan, Aryan mencoba mengatur strategi, sementara Anita mengerahkan energi malaikatnya untuk menahan gelombang api Utnaphistim. Namun setiap serangan dari penyihir kuno itu begitu dahsyat hingga mereka mundur satu demi satu.
Anita menatapnya, penuh kemarahan. “Utnaphistim! Jangan khianati kami !”
Anita berdiri di tengah apartemen, dan seketika udara seakan berubah. Tubuhnya memancarkan cahaya putih keemasan yang lembut, tetapi tajam, seperti matahari yang menembus kabut tebal. Sayapnya terbentang luas di belakang, panjang dan bersinar, dengan bulu-bulu yang tampak halus seperti sutra namun mampu memotong bayangan dengan tajamnya. Setiap gerakan sayapnya menimbulkan gema energi yang membuat dinding bergetar.
Wajahnya… luar biasa. Cantiknya bukan seperti manusia biasa—mata keemasan yang bersinar di bawah alis yang tegas seolah menatap langsung ke inti jiwa, hidung dan bibir sempurna, dan kulitnya bercahaya seperti porselen murni. Namun di balik kecantikannya, ada aura mengintimidasi: tatapannya mampu membuat siapa pun merasa kecil, sekaligus tercerahkan, seperti mereka melihat kebenaran yang menakutkan. Rambut panjangnya berkilau seperti aliran cahaya, menari mengikuti energi di sekitarnya.
Tubuhnya ramping namun kuat, setiap otot tersirat tanpa kehilangan keanggunan. Tangan kanannya terangkat sedikit, dan dari ujung jarinya memancar kilatan energi yang dingin tapi menakutkan, membuat bayangan di ruangan tampak seperti hidup. Setiap langkahnya terdengar ringan namun penuh kekuatan, dan meski kecil gerakannya, aura suci dan menakutkan itu terasa cukup untuk menundukkan mereka yang kurang berani.
Anita—atau Isadora, seperti malaikat yang dulu diusir dari Valhalla—adalah gambaran sempurna dari paradoks: cantik sekaligus mengerikan, memesona sekaligus menakutkan. Kehadirannya membuat teman-temannya refleks menunduk, dan bahkan musuh pun bisa merasakan ketegangan yang menusuk hanya dari pandangannya.
Sosok Utnaphistim berhenti sejenak, matanya memerah karena cahaya malaikat Anita semakin menyelimuti ruangan. Namun kemudian, ia tersenyum dingin dan menghilang dalam pusaran api, melarikan diri ke arah energi Sombreus.
Anita menepuk bahu Hasyi yang gemetar. “Dia memilih jalannya sendiri. Tapi tidak masalah. Kita akan menghadapi Sombreus… bersama.”
Di luar apartemen, bayangan Attila Sombreus semakin jelas, menandakan ancaman yang jauh lebih besar daripada naga merah yang pernah mereka kenal.
XXX
Seabad lalu di langit ketujuh, tempat para malaikat agung menetap, hiduplah seorang malaikat muda bernama Isadora. Ia dikenal sebagai penjaga gerbang cahaya, dengan sayap perak dan mata bercahaya yang mampu melihat kegelapan di dalam hati siapa pun. Namun, Isadora memiliki satu kelemahan: belas kasih yang terlalu dalam—bahkan kepada yang tak layak diampuni.\
Suatu hari, ketika sebuah siluman tingkat tinggi menyusup ke alam langit dalam wujud manusia yang tampak tak bersalah, Isadora-lah yang berjaga di gerbang. Siluman itu memohon belas kasihan, berpura-pura sebagai roh yang tersesat. Dan Isadora, yang hatinya tak sanggup melihat penderitaan, membiarkannya masuk.
Kesalahan itu membawa bencana. Siluman itu menghancurkan salah satu Pilar Cahaya, menyebabkan retakan dalam pelindung antara alam langit dan bumi. Ribuan siluman bangkit di dunia manusia, menyebar dan mencemari jiwa manusia dengan kebencian, keputusasaan, dan kekacauan.
Dihadapkan pada Majelis Malaikat Agung, Isadora tidak membela diri. Ia menerima kesalahannya. Namun, hukum langit tak mengenal ampun bagi malaikat yang gagal menjalankan tugas. Ia tidak dilenyapkan—karena belas kasihnya dianggap berasal dari niat murni—namun dijatuhi hukuman abadi:
"Kau akan turun ke bumi sebagai malaikat tanpa sayap, dan hingga siluman terakhir dibasmi, kau tidak akan diizinkan kembali ke langit."
Begitulah Isadora jatuh ke bumi, tanpa sayap, tanpa kekuatan penuh, hanya berbekal pedang cahaya yang kini redup karena dosanya. Ia tidak lagi bisa terbang. Ia merasakan dingin, lapar, dan kelelahan—sesuatu yang tak pernah ia kenal sebagai malaikat.
Selama ratusan tahun, Isadora berkelana dari hutan gelap ke reruntuhan kota, memburu siluman dalam wujud manusia, binatang, dan bayangan. Setiap siluman yang ia basmi, sedikit cahaya kembali ke pedangnya. Namun setiap pembunuhan juga menggerus nuraninya.
Di antara pertempuran, Isadora mulai menyadari bahwa tidak semua siluman lahir dari kejahatan—beberapa dulunya manusia yang kehilangan harapan, terperosok ke dalam kegelapan. Ia mulai berusaha menyelamatkan, bukan hanya membunuh.
Isadora menciptakan Lingkaran Cahaya, sebuah simbol yang ditinggalkannya di tempat-tempat yang pernah ia bersihkan. Lingkaran itu melindungi manusia dan perlahan mengusir kegelapan dari wilayah sekitarnya. Nama Isadora pun menjadi legenda—malaikat jatuh yang memburu siluman demi menebus kesalahannya.
Namun, hingga kini, siluman terakhir belum ditemukan. Dan Isadora terus berjalan di bumi, sendirian, menebus dosa yang satu... demi menyelamatkan ribuan jiwa lainnya.
Dan langit masih menunggu...
Dan Isadora belum mengangkat wajahnya ke sana.
Karena ia tahu:
Penebusan belum selesai.
XXX
Ratusan tahun telah berlalu sejak perang nuklir memutuskan kontak antara Miggleland dengan daratan barat jauh. Sejak itu, wilayah barat menjadi misteri, hampa, dan terlupakan. Namun pagi itu, sensor militer Tanduk Berlian di Republik Miggleland Kedua menangkap sesuatu yang mengejutkan: sebuah objek raksasa memasuki wilayah udara dari barat jauh, melayang dengan lambat namun pasti, menutupi cakrawala.
“Komando! Ini… sesuatu yang besar! Tidak ada catatan apapun!” suara seorang operator radar terdengar panik.
Pasukan Tanduk Berlian segera dikerahkan. Jet tempur melesat ke udara, peluru kendali diluncurkan, laser ditembakkan—semua untuk menghentikan objek misterius itu. Tapi setiap tembakan memantul, tak satupun mengenai sasaran.
Objek itu akhirnya menampakkan dirinya: sebuah pesawat luar angkasa raksasa, ramping, berlapis logam hitam mengilap, dengan inti energi merah yang berdenyut seperti jantung hidup. Tanpa peringatan, laser dari kapal itu menyambar ke kota terdekat—satu tembakan, dan seluruh kota itu meledak, hancur berantakan. Debu, api, dan reruntuhan menyelimuti bumi, sementara angin panas dari ledakan memporak-porandakan segala sesuatu di sekitarnya.
Lalu, dari cahaya merah yang memancar itu, muncullah sosok yang mengerikan: Attila Sombreus. Wujudnya bukan lagi manusia, tapi hantu legendaris yang mengambang di udara, dikelilingi aura gelap. Di belakangnya, pasukan Tartaria—suku barbar kuno yang membangkitkan Attila dari Wondrland—mengikuti, penuh dengan senjata kuno dan kekuatan yang menakutkan.
Pasukan Tanduk Berlian menyerang, tapi mereka seperti memotong mentega. Pedang dan peluru tidak mempan.
Di markas pusat, Kanselir Republik Miggleland Kedua menatap dengan terkejut, lalu mencoba menggunakan kekuatan politik dan sihirnya untuk menyerang. Tapi satu jentikan jari dari Sombreus, dan tubuh Kanselir terbelah jadi dua oleh sinar laser dari kapal luar angkasa, hancur seketika. Bahkan Siluman Naga Merah, yang selama ini menjadi senjata pamungkas Republik Miggleland, jatuh terbunuh dengan mudah oleh serangan hantu Sombreus.
“Sebagai hantu, aku tidak bisa disentuh… tapi aku bisa menyentuh dan melukai yang hidup,” suara Sombreus bergema, menggetarkan udara. “Aku datang untuk tahta Agrabah milik Raja Beyzid… yang konon dapat mengembalikan tubuh fisikku dan aku akan mengambilnya.”
Kota demi kota, pasukan demi pasukan, seluruh Miggleland jatuh. Republik Kedua yang dulu dibanggakan kini runtuh, diganti oleh kekuasaan Tartaria yang bangkit kembali. Benua itu menjerit di bawah bayangan pasukan gelap dan Attila Sombreus, kini resmi menguasai tanah yang dulu menjadi pusat peradaban manusia.
Debu dan api menutupi langit, dan bagi mereka yang selamat, dunia baru yang kelam ini hanya satu: aturan Sombreus telah dimulai.
Tahta Agrabah bukan cuma “mesin kehidupan biasa”, tapi semacam perangkat psikis raksasa yang menjaga Raja bByzid tetap abadi dan hidup dalam kondisi setengah sadar. Menahan gelombang kekacauan dari Warp agar tidak membanjiri kesultanan.
Setelah revolusi rakyat yang berujung perang nuklir, Sultan terluka parah oleh pemberontak pribumi dan tubuhnya hanya bisa bertahan di Tahta Agrabah. Cucu Sultan bernama Suleyman membentuk aliansi dengan bangsa non pribumi untuk merencanakan pemberontakan dan merestorasi monarki melawan rakyat yang pernah menggulingkan kakeknya untuk mendirikan Kerajaan Miggleland, penerus Umatradayawipa dan menggiulingkan Republik Miggleland Pertama yang dibentuk pemberontak pribumi lawan raja beyzid.
Secara psikis dan mistis, Sultan memerlukan energi manusia untuk tetap hidup dan menjaga Kesultanan
Energi yang disalurkan ke Sultan datang dari manusia yang dikorbankan secara ritual, karena energi psikis manusia bisa “menyokong” fungsinya Tahta Agrabah Untuk menjaga stabilitas Imperium secara terus-menerus, jumlah energi yang diperlukan sangat besar.
Tahta Agrabah tidak sempurna; dia tidak bisa bekerja sendiri tanpa korban manusia. Ritual pengorbanan ribuan manusia setiap hari adalah “bahan bakar” bagi Sultan agar tetap hidup dan tetap menahan Chaos dari meluas.Sultan tidak lapar atau haus darah secara pribadi, tapi bergantung pada energi manusia sebagai sumber kekuatan psikis. Hanya sultan itulah yang memilki kekuatan untuk melindungi sisa sisa umat manusia dari berbagai mahluk fantasi mengerikan yang akan menyerang dan memusia akhir zaman, terutama dari para malaikat yang ingin membersihkan bumi.
XXX
Asap dan abu masih menyelimuti langit Miggleland, suara ledakan dan raungan pasukan Sombreus menggema di kejauhan. Anita menatap teman-temannya dengan mata serius, tubuhnya masih bersinar lembut dari wujud malaikatnya.
“Kita tidak bisa menang sekarang,” katanya dengan tegas, suara bergema seperti bel peringatan. “Sombreus terlalu kuat. Jika kita tetap di sini, kita hanya akan mati sia-sia. Kita harus melarikan diri… ke timur jauh.”
Hasyi, Selim, Hasya, Aryan, dan Lanza Naredin saling bertukar pandang, ragu tapi tahu Anita benar. Dengan satu gerakan tangan Anita, cahaya malaikatnya membentuk sayap energi yang menutupi mereka, melindungi dari radar dan pasukan musuh saat mereka menyelinap keluar dari kota yang hancur.
Mereka terbang melintasi gurun reruntuhan dan gunung yang terluka oleh perang nuklir, hingga akhirnya mencapai tembok raksasa Drusselstein, benteng tua yang memisahkan wilayah gelap dan dunia yang masih lestari. Anita menunduk sedikit, menyalurkan kekuatan malaikatnya. Cahaya putih dan emas menyelimuti tembok itu, membuat batu-batu tua bergeser dengan sendirinya, seakan membuka gerbang diam-diam.
“Masuklah cepat, sebelum ada yang melihat,” bisik Anita. Mereka semua menunduk dan melangkah masuk melalui celah yang terbuka, napas mereka masih terengah-engah setelah perjalanan panjang.
Disebelah timur jauh Benua Miggleland ada sebuah benua terisolasi yang dikelilingi oleh tembok raksasa bernanma Drusselstein yang menyelamatkan benua dari invasi pasukan Tartaria, sisa sisa pasukan Crystal Empire. Bangsa di dalam tembok itu hidup selaras dengan alam meski tertinggal secara teknologi hampir ribuan tahun. Berbeda dengan Miggleland yang selalu kacau dan penuh konflik, benua itu sangat makmur dan berteknologi tinggi meski sudah ratusan tahun tak berkontak dengan Miggleland sejak perang nuklir.
Di sebuah benua luas bernama Eryndral pusat ketsaran Arcakarta yang membentang hingga asia utara dan Tiongkok, terdapat sebuah lingkaran tembok raksasa yang menjulang hingga menyentuh awan, dikenal sebagai Tembok Abadi Drusselstein yang dibangun untuk melindungi penghuninya dari bangsa Tartaria dan Crystal Empire. Tembok ini dibangun ribuan tahun lalu oleh para arsitek misterius yang hilang dari sejarah. Di balik tembok, terdapat tujuh kerajaan besar yang hidup dalam kedamaian rapuh, saling bersekutu namun juga sering berkonflik kecil.
Ketsaran Arcakarta di benua ini adalah rival terbesar bagi Kesultanan Umatradayawipa di MIggleland di masa lalu meski sekarang saling putus kontak karena perang nuklir, keduanya sama sama mengklaim pelindung umat manusia,ketsaran juga punya politik air hangat, sebagai misi merebut wilayah Umatradayawipa agar memiliki pelabuhan yang tak membeku di musim dingin di era sebelum nuklir.
Begitu mereka menjejakkan kaki di sisi lain, keheningan yang aneh menyelimuti mereka. Langit biru yang jernih membentang luas, sungai berkilau memotong lembah hijau yang subur, dan pepohonan yang rimbun bergoyang pelan diterpa angin sejuk. Burung-burung berwarna-warni beterbangan, sementara desa-desa yang tersebar tampak damai dan makmur.
“Ini… ini tidak mungkin…” Hasya berbisik, matanya membesar. “Setelah semua kehancuran di Miggleland… ini seperti surga.”
Hasyi ternganga, melihat anak-anak bermain di taman, pedagang tersenyum ramah kepada penduduk, dan ladang-ladang yang subur membentang sejauh mata memandang. “Aku… aku tidak pernah melihat tempat seperti ini di seluruh hidupku,” katanya dengan suara rendah, hampir tak percaya.
Anita tersenyum tipis, namun mata keemasan itu tetap serius. “Ini kerajaan Acakarta. Negeri ini masih lestari karena rakyatnya hidup selaras dengan alam dan magi kuno yang menjaga keseimbangan. Kita beruntung bisa sampai di sini… tapi jangan lengah. Dunia di luar sana hancur, dan Sombreus masih mengincar kita.”
Mereka melangkah lebih jauh, menatap kota-kota kecil yang rapi, sungai yang memantulkan cahaya matahari, dan gunung-gunung yang menjulang megah di kejauhan. Setiap langkah mereka di tanah Acakarta membuat mereka merasakan kedamaian yang hampir mustahil dipercaya, sebuah kontras yang tajam dengan dunia Miggleland yang hancur.
Selim menarik napas panjang. “Kau… kau benar-benar mengatakan ini negeri surga,” katanya. “Aku… belum pernah melihat dunia yang seindah ini.”
Anita menatap horizon, sayapnya bergetar pelan, menyadari bahwa walau mereka aman untuk saat ini, ancaman Sombreus masih menggantung di atas kepala mereka seperti bayangan gelap yang tak bisa dihindari. “Kita akan berlatih di sini,” katanya, suaranya rendah tapi pasti. “Karena suatu hari… kita harus kembali menghadapi Sombreus. Dan saat itu, kita tidak boleh kalah.”
Di tengah keindahan Acakarta, teman-temannya akhirnya merasakan secercah harapan—pertama kalinya setelah dunia mereka hancur, mereka bisa bernapas tanpa ketakutan. Namun di balik kedamaian itu, bayangan Sombreus masih menunggu, membawa ancaman yang tak bisa mereka lupakan.
Di tengah hamparan hutan tropis dan gunung berapi di Valdoria yang menjulang, berdirilah sebuah kerajaan yang sudah berdiri sejak zaman kuno bernama Arcakarta. Kerajaan ini tampak megah dengan tembok batu hitamnya, pasukan tombak dan perisai berbaris gagah di jalan-jalan, dan istana kayu berlapis emas yang menjulang di pusat kota.
Kerajaan Arcakarta sebuah negeri air kristal yang berkilau bak permata. Istana mereka dibangun dari karang putih bercahaya, berlapis mutiara raksasa, dan menara-menara kaca laut yang menjulang seperti lilin surgawi. Di dalam istana itu, hidup sang Ratu Naiara, penguasa agung, bersama putrinya, Seraphine, putri duyung dengan rambut panjang seindah gelombang fajar.
Kerajaan Arcakarta bukanlah kerajaan biasa. Kekuatan mereka lahir dari lagu-lagu kebahagiaan. Setiap penduduk, dari nelayan laut dalam hingga para ksatria duyung yang menjaga batas samudra, menyanyikan lagu kebahagiaan setiap fajar. Lagu itu bukan hanya suara; ia adalah energi suci yang menenun cahaya biru lembut di langit Aqua, membentuk perisai tak terlihat yang melindungi kerajaan dari segala bencana dan kejahatan.
Sejak zaman kuno, Arcakarta diikat oleh energi purba, kekuatan yang dikenal sebagai Energi Kausal, jiwa alam semesta yang mengalir dalam segala makhluk hidup dan benda mati. Di balik kemegahan dan peperangan, pertarungan besar antara cahaya dan kegelapan terus berlangsung, diwariskan oleh para dewa kuno yang pernah menciptakan dunia ini.
Mereka yang mampu mengendalikannya dapat membelokkan materi, pikiran, bahkan waktu. Dari kekuatan ini, dewa-dewa kuno yang menciptakan galaksi meninggalkan artefak legendaris yang tersembunyi di berbagai planet, kunci untuk mengubah arah peperangan dan nasib bumi.
Ada yang menggunakan kekuatan ini demi menjaga harmoni dan dharma, jalan kebenaran dan keseimbangan. Namun, tak sedikit pula yang terjerumus ke sisi gelap, menggunakan energi untuk dominasi dan kehancuran, memicu pertarungan abadi antara terang dan gelap yang menentukan masa depan bumi.
Jauh dari hiruk-pikuk medan perang, di hutan Eldoria, makhluk mistis yang mirip elf menjaga keseimbangan kosmis dengan tekad tak tergoyahkan. Mereka memegang rahasia kuno dan artefak dewa yang tersembunyi, menjaga ajaran spiritual yang menjadi fondasi alam semesta. Eldoria adalah benteng terakhir harapan, di mana cahaya dan kebijaksanaan dipelihara di tengah gelapnya kekacauan.
Bayangkan sebuah dunia yang tumbuh dari akar pohon raksasa, tempat langit dan bumi terjalin dalam sulaman cahaya yang tak pernah diam. Dari kejauhan, batang Yggdrasil—pohon abadi yang menopang sembilan dunia—menjulang laksana gunung tanpa puncak, kulit kayunya berkilau hijau zamrud, dan cabang-cabangnya memancarkan cahaya keperakan yang mengalir seperti bintang jatuh.
Hutan Valdoria bukan sekadar hamparan pepohonan. Pohon-pohon di sini bercahaya lembut, daunnya berubah warna mengikuti musim—hari ini merah rubi, besok biru safir, lusa hijau giok. Di sela-sela akar raksasa, tumbuh jamur-jamur setinggi manusia, berpendar ungu dan biru, meneteskan embun bercahaya yang ketika jatuh ke tanah berubah jadi kunang-kunang kecil.
Di lembah, aliran sungai tampak seperti kaca cair. Airnya bukan sekadar bening, tetapi berkilau seperti serpihan kristal yang memantulkan wajah langit. Ikan-ikan bersisik emas berenang di dalamnya, kadang melompat dan berubah menjadi burung sebelum kembali menjelma ikan lagi.
Gunung-gunungnya menjulang dengan mahkota salju perak. Di puncak-puncaknya, bunga-bunga liar tumbuh di tepi jurang, seolah menantang angin. Ketika malam tiba, aurora menari di langit, bukan hanya hijau dan ungu, tetapi juga merah darah dan biru safir, menciptakan lukisan kosmik yang menyeberangi cakrawala.
Ada padang rumput luas di mana kuda bersayap berlari, meninggalkan jejak cahaya di tanah. Ada danau dalam yang permukaannya memantulkan dua langit sekaligus: langit siang dan langit malam, seolah waktu pecah menjadi dua realitas yang berdampingan.
Namun, keindahan Valdoria bukan hanya megah, tapi juga ganjil. Di hutan-hutan tertentu, bunga bisa bernyanyi, dan jamur besar membuka "payungnya" untuk meneduhkan pengembara yang kelelahan. Ada bukit-bukit yang tersenyum dengan wajah batu, dan lembah yang bergemuruh dengan tawa gaib saat hujan pertama turun.
Di cabang-cabang Yggdrasil yang lebih tinggi, terdapat negeri-negeri yang seolah tak terikat hukum alam. Pulau-pulau terapung melayang di udara, diikat oleh akar-akar bercahaya. Air terjun mengalir ke atas, bukan ke bawah. Ada jalan setapak yang tak pernah berakhir, dan pintu-pintu tersembunyi yang mengantar siapa saja ke dunia lain dalam sekejap.
Di puncak tertinggi, di negeri cahaya, berdirilah kota para Valkry: menara perak dan emas yang berkilau laksana bintang, dijaga oleh jembatan pelangi yang membentang di udara. Namun jauh di cabang lain, negeri penuh warna yang disebut Wonderland berkelok-kelok seperti mimpi yang berubah bentuk setiap kali kau berpaling—penuh jamur raksasa, bunga yang berbisik, dan pepohonan yang tumbuh terbalik, akarnya menggapai langit.
Valdoria adalah dunia yang selalu bergerak, selalu berubah. Indah, megah, sekaligus aneh dan menyesatkan. Dunia di mana keajaiban dan bahaya berjalan beriringan, di mana satu langkah bisa menuntunmu ke surga, dan langkah lain bisa melemparmu ke jurang mimpi buruk.
Namun di balik kejayaan itu, Arcakarta menyimpan rahasia kelam yang membusuk di akar peradabannya.
Arcakarta menindas sebuah ras yang disebut Raptor — mereka adalah ras yang seringkali menjadi sekutu Attila Sombreus dan bangsa Tartaria, manusia yang bukan sepenuhnya manusia. Mereka adalah keturunan jauh dari makhluk purba, tubuhnya lebih kuat, matanya bercahaya tajam seperti reptil, dan mereka mampu berlari lebih cepat dari kuda, melompat setinggi tembok benteng, bahkan mencakar baja dengan kekuatan tangan kosong. Kekuasaan raja di kerajaan melihat mereka bukan sebagai anugerah, melainkan ancaman. Maka, Raptor dipaksa tinggal di pinggiran kota, menjadi budak, tentara bayangan, atau buruh tambang.
Ribuan tahun sebelum berdirinya kerajaan Arcakarta, dunia masih liar dan dihuni oleh makhluk-makhluk purba. Di antara kawanan dinosaurus yang terakhir bertahan, ada satu jenis predator cerdas yang mampu beradaptasi lebih cepat dari yang lain. Mereka tidak punah sepenuhnya ketika bintang jatuh menghantam bumi; sebagian kecil bertahan dengan bersembunyi di gua-gua dalam dan hutan purba yang terlindung dari bencana.
Menurut legenda yang diturunkan kaum Raptor, pada masa itu seorang Dewi Langit melihat penderitaan para dinosaurus yang sekarat. Ia jatuh iba, lalu menyalurkan kekuatan kosmiknya untuk menggabungkan kehidupan purba dengan kehidupan baru: manusia. Dari proses misterius itu lahirlah generasi pertama Raptor makhluk yang membawa dua garis keturunan: tubuh seperti manusia, tetapi dengan gen bawaan predator prasejarah.
Secara biologis, tubuh mereka berbeda dari manusia Arcakarta
Mata mereka dapat melihat dalam gelap dengan cahaya kekuningan mirip reptil.
Tulang dan otot lebih padat, memberi kekuatan luar biasa.
Refleks mereka tajam, bisa menghindari panah yang melesat.
Insting berburu tetap hidup, membuat mereka cepat membaca gerak lawan.
Di bawah kulit, masih ada sisa sisik tipis di beberapa bagian tubuh, tersembunyi dari pandangan biasa.
Kaum Raptor percaya bahwa mereka adalah keturunan langsung dinosaurus yang berevolusi, bukan manusia biasa. Darah mereka mengandung memori purba, seperti gema masa ketika bumi dikuasai reptil raksasa.
Namun bagi manusia Arcakarta, keberadaan mereka adalah sebuah ironi. Mereka dianggap setengah binatang, “cacat ciptaan” yang tidak layak duduk sejajar dengan bangsawan atau brahmana. Raja-raja Arcakarta menyebarkan doktrin bahwa Raptor adalah kutukan dewa karena berani menentang tatanan dunia.
Kenyataannya, diskriminasi itu hanya karena rasa takut. Raja-raja tahu: bila kaum Raptor bersatu, kekuatan mereka dapat merobohkan tembok kota dan meruntuhkan singgasana. Karena itulah, selama berabad-abad, kaum Raptor ditekan, dipecah-pecah, dan dipaksa tunduk.
Kini, ketika Putri Anindya bergabung dengan mereka, legenda lama kembali bergaung: bahwa suatu hari, “Darah Dinosaurus” akan bangkit untuk menuntut haknya atas dunia.
Kaum Raptor, meski berdarah dinosaurus, tidak menampilkan diri sebagai monster buas. Penampilan mereka lebih dekat dengan manusia, bahkan elegan. Banyak dari mereka berwajah rupawan,
Namun di balik rupa itu, tersembunyi tanda-tanda leluhur mereka: mata berkilau kuning kehijauan, tulang lebih kuat dari baja, dan sayap hitam atau keperakan yang dapat membentang lebar.
Keturunan Raptor membawa anugerah yang beragam. Ada yang dapat menembakkan sinar laser dari mata, mampu melelehkan baja dan membakar perisai. Ada pula yang mampu mengendalikan petir, memanggil badai guruh yang dapat merobohkan benteng Arcakarta. Sebagian dapat memanipulasi gravitasi, menjatuhkan lawan ke tanah atau melayang bebas di udara. Ada pula Raptor yang dikaruniai kekuatan halus: menyembuhkan luka dengan sentuhan, membaca pikiran, atau membelokkan anak panah di udara.
Mereka tahu betul: meski satu Raptor dapat mengalahkan sepuluh prajurit, jumlah selalu menjadi kelemahan. Arcakarta memiliki ribuan pasukan, ratusan ksatria, dan dukungan brahmana yang menjaga otoritas raja. Sementara Raptor hanyalah minoritas yang terus ditekan, dikejar, dan dipaksa hidup di gua-gua serta lembah terpencil.
Maka lahirlah Strategi Bayangan: konspirasi rahasia untuk menjatuhkan kerajaan dari dalam, bukan melalui perang terbuka.
Ribuan tahun lalu, ketika Pemberontak dari ras Raptor—predator berzirah besi merah—datang untuk menaklukkan Arcakarta demi membantu Sombreus minyak suci yang terkandung di inti lautnya, mereka gagal menembus perisai nyanyian. Lagu kebahagiaan rakyat Arcakarta membuat pedang baja berkarat, dan tombak api mereka padam sebelum menyentuh air.
Namun penindasan hanya melahirkan perlawanan. Di lorong-lorong gelap, di gua-gua tersembunyi, kaum Raptor mendirikan gerakan gawah tanah, sebuah jaringan rahasia yang menyebarkan ide berbahaya: dunia tanpa raja, tanpa brahmana, tanpa dewa tanpa tentara—dunia anarki di mana semua manusia setara. Bagi mereka, Arcakarta hanyalah awal. Mereka ingin api revolusi menjalar ke kerajaan-kerajaan tetangga hingga seluruh benua runtuh.
Untuk melaksanakan rencana itu, mereka membutuhkan sosok simbolis: seorang dari dalam istana, darah kerajaan sendiri. Dan mereka menemukan jawabannya pada seorang gadis yang hidup dalam bayang-bayang kekuasaan: Putri Anindya, Saudara Tiri Seraphine.
Putri Anindya adalah putri kerajaan bawahan dari Arcakarta yang berkuasa ,ia adalah putri malang yang sejak anak anak sudah diambil dari kedua orangtuannya dan dididik di Arcakarta tapi jadi selalu merasa menjadi warga kelas 2.
Anindya adalah anak selir—darah biru yang tak pernah diakui sepenuhnya. Sejak kecil ia diperlakukan hina: dicemooh oleh saudara-saudaranya, dijauhi oleh brahmana istana, bahkan sering mengalami penyiksaan fisik dan emosional dari ayahnya, sang raja. Luka-luka itu bukan hanya menorehkan bekas pada kulitnya, melainkan juga di jiwanya.
Kerajaan Arcakarta dulunya dipimpin oleh seorang raja yang sangat kejam bernama Brajasenawarman. Brajasenawarman memiliki baju zirah emas, Mahkotanya terbuat dari bulu Garuda dan memiliki sepatu yang dapat berjalan diatas awan. Setelah sang raja mangkat dan digantikan sang Ratu Naira yang lebih lembut, dendam Anindya terhadap Arcakarta tak serta merta hilang, terutama rasa irinya pada Seraphine yang tak kunjung hilang.
Anindya sangat marah karena dipisahkan dengan paksa dari kedua orangtuannya dan melihat penindasan yang dilakukan Arcakarta pada orang orang bangsanya sendiri sebagai bangsa kelas dua minoritas yang merupakan taklukan Arcakarta dan bagaimana Arcakarta menekan keluarga nya sendiri dengan upeti karena itu dia berniat melakukan pemberontakan.
Dalam kesepian dan kepedihan, Anindya mulai memendam amarah. Ia ingin membalas dunia yang menolak keberadaannya. Maka ketika kaum Raptor mendekatinya dengan bisikan revolusi, ia mendengarnya bukan sebagai ajakan asing, tetapi sebagai gema dari dalam dirinya sendiri.
Malam demi malam, Anindya menyelinap keluar istana, bertemu dengan para Raptor di gua tersembunyi. Mereka menyalakan api kecil, berjanji suatu hari dunia lama akan hancur. Arcakarta akan runtuh, dan dari puing-puingnya lahirlah dunia baru: dunia tanpa raja, tanpa hierarki, tanpa agama, tanpa militer dunia yang bagi mereka adalah kebebasan sejati.
Namun, satu pertanyaan menggelantung di benak Anindya
Apakah ia benar-benar ingin menghancurkan kerajaan yang sekaligus menjadi rumahnya, atau ia hanya sedang membalas dendam pada ayah dan takdir yang menolaknya?
Perjalanan Putri Anindya bersama kaum Raptor menjadi api yang menentukan nasib Arcakarta apakah menjadi peradaban yang abadi, atau menjadi reruntuhan yang dikutuk sejarah.
Di sinilah mereka menemukan sekutu tak terduga: Putri Anindya, anak selir yang terbuang dari istana. Luka batinnya dalam, dihina oleh saudari-saudarinya dan dianiaya oleh sang ayah, Raja Arcakarta. Kaum Raptor melihat dalam dirinya sebuah pintu: darah kerajaan, namun hatinya penuh dendam.
Mereka mendekatinya dengan janji:
“Engkau bukan budak takdir, wahai Anindya. Engkau akan menjadi Ibu dari Dunia Baru. Dunia tanpa raja, tanpa brahmana, tanpa prajurit yang menindas. Bersama kami, engkau akan menulis sejarah baru.”
Anindya pun tergoda. Ia tahu bahwa dengan kekuatan Raptor, ia bisa menjatuhkan singgasana yang telah lama menginjak dirinya. Bersama mereka, ia menjadi bagian dari konspirasi besar: meruntuhkan Arcakarta dari dalam, menyusup ke jantung kerajaan, dan membakar fondasi kekuasaan.
Namun para Raptor bukan sekadar ingin menggulingkan raja. Mereka mengusung visi yang lebih radikal: dunia tanpa negara, tanpa agama, tanpa hierarki—sebuah negeri anarki yang akan menelan kerajaan-kerajaan lain setelah Arcakarta tumbang.
Dan di balik senyum misterius Anindya, bersembunyi sebuah pertanyaan mengerikan: apakah ia benar-benar sekutu mereka, atau ia sendiri memiliki agenda yang lebih gelap?
Anindya yang bersekutu dengan Bangsa Raptor dan Tartaria kemudian menjadi penjahat yang melakukan percobaan pemberontakan dan membunuh ibu tuan putri, ratu kerajaan ini dan mengurung tuan putri di dalam penjara tanpa makanan sampai dia semakin kurus,bangsa Marmaid harus hidup dalam penderitaan di bawah kekuasaannya yang berkolaborasi dengan bangsa Raptor.
XXX
Di sebuah benua luas bernama Eryndral milik ketsaran Arcakarta di Hutan Valdoria, terdapat sebuah lingkaran tembok raksasa yang menjulang hingga menyentuh awan, dikenal sebagai Tembok Abadi Drusselstein yang dibangun untuk melindungi penghuninya dari bangsa Tartaria dan Crystal Empire. Tembok ini dibangun ribuan tahun lalu oleh para arsitek misterius yang hilang dari sejarah. Di balik tembok, terdapat tujuh kerajaan besar yang hidup dalam kedamaian rapuh, saling bersekutu namun juga sering berkonflik kecil.
Tujuh kerajaan besar membentang dari pegunungan yang bersalju hingga hutan-hutan purba dan dataran subur yang luas di bawah Konfedrasi yang dipimpin oleh kerajaan Arcakarta kerajaan lautan dalam, terkenal dengan armada laut yang kuat meski terkurung tembok. Arcakarta dihuni oleh ras manusia setengah Marmaid atau putri duyung.
Setiap kerajaan lahir dari kekuatan leluhur mereka, yang dahulu adalah dewa-dewi, kini diwujudkan dalam bentuk kerajaan dengan penguasa yang memiliki kekuatan magis unik.
Ketsaran Perun dipimpin oleh seorang Tsar Vassily yang mengerikan. kerajaan pegunungan dengan tambang mithril, dingin dan keras.
Kerajaan Perun berdiri di puncak Gunung Petir, di mana langit selalu bergejolak dengan kilat. Istana Perun terbuat dari batu hitam dan tembaga, dengan menara-menara tinggi menjulang ke awan. Penduduknya ahli dalam seni tempur dan magi petir; para penghininnya mampu memanggil badai dan menembakkan panah petir dari kapak atau palu mereka. Perun dikenal sebagai pelindung kerajaan dari ancaman bawah tanah, khususnya dari musuh bebuyutannya, Kerajaan Veles.
Kerajaan Perun dijuluki kerajaan emas dengan ibukota yang berkilau, pusat perdagangan dan ilmu
Di lembah hijau yang dipenuhi sungai berliku dan gua-gua misterius terletak Kerajaan Veles. Kastilnya dibangun di antara hutan gelap dan rawa-rawa berkabut, dihuni naga dan binatang bertanduk. Para penghininnya ahli sihir bumi dan ilusi, mampu berubah menjadi naga atau menyusup ke tanah untuk menyerang musuh. Musik dan mantra magis mereka menjadi sumber kekuatan spiritual kerajaan ini, menjadikannya pusat ilmu hitam dan transmutasi.
Di tengah dataran tinggi berapi dan sungai lava, Kerajaan Svarog memancarkan cahaya yang menandakan kekuatan api dan logam. Kota-kotanya penuh dengan pandai besi dan tukang sihir yang menciptakan senjata legendaris. Para penghininnya mengendalikan api dengan presisi luar biasa, dari bara perapian hingga matahari yang mereka panggil dalam ritual kuno untuk menumbuhkan panen dan memperkuat tentara.
Dazhbog bersinar di dataran yang subur dan matahari selalu tampak memeluk ladang-ladang emasnya. Kerajaan ini terkenal dengan kesehatan dan kesejahteraan penduduknya. Para penghininnya memiliki kekuatan matahari: mampu menyembuhkan luka, mempercepat pertumbuhan tanaman, dan menyalurkan energi hangat yang membakar kegelapan. Penduduknya percaya bahwa kekayaan dan kekuatan kerajaan adalah berkah Dazhbog yang murah hati.
Kerajaan Svetovid berdiri di wilayah yang luas, dengan padang rumput hijau dan sungai yang berkilauan. Istana berkubah putih dengan menara empat kepala simbolik, yang setiap menaranya mengawasi satu arah mata angin. Para penghininnya adalah prajurit suci, ahli ramalan, dan pemanggil hujan. Pedang mereka memanggil guntur, dan setiap hujan dianggap berkat langsung dari kerajaan. Svetovid adalah simbol kesuburan, kemakmuran, dan kemenangan dalam perang. Wilayah ini adalah kerajaan padang rumput, para penunggang kuda terbaik di dalam tembok.
Dua kerajaan yang saling bersisian, tetapi berlawanan: Yarilo adalah kerajaan musim semi dengan ladang bunga, sungai jernih, dan kuda putih yang melintasi padang; para penghininnya adalah pemuda tampan yang bisa menyalurkan cinta dan semangat hidup melalui musik dan ritual. Sementara Morana berada di utara, di hutan bersalju dan gunung es yang dingin, istananya putih memantulkan cahaya bulan. Para penghininnya ahli dalam sihir musim dingin dan pengendalian roh, mematikan dan menghidupkan kembali alam melalui siklus kematian dan kelahiran.
Di lembah yang harum oleh bunga dan kebun madu berdiri Kerajaan Lada & Lelya, simbol cinta, keharmonisan, dan kesuburan. Kota-kotanya penuh taman, air mancur, dan kuil-kuil megah. Para penghininnya mampu menyalurkan api cinta, mengobarkan gairah dan rasa kasih antar manusia, serta menjaga kesejahteraan rakyat. Festival-festival cinta selalu dipenuhi sihir dan bunga-bunga yang menari di udara. kerajaan hutan, penuh dengan para pemanah dan penjaga rahasia kuno.
Kerajaan Myrrhal membentang di dataran basah, penuh sungai dan rawa. Istana dan desa-desa kerajaan dihiasi anyaman dan tenunan, simbol kekuatan tangan para perempuan. Para penghininnya ahli dalam sihir pengendalian air, pertanian, dan kehidupan rumah tangga. Setiap Jumat, ritual magis dilakukan untuk melindungi keluarga dan hasil bumi, menghidupkan kesejahteraan rakyat.
Di lautan biru Kerajaan Arcakarta yang menjadi pemimpin konfederasi membuat tempat kehidupan laut berkembang dan budaya damai bertahan,
Setiap kerajaan memiliki penghuninnya sendiri yang mewarisi kekuatan leluhur mereka. Pertarungan, aliansi, dan cinta di antara kerajaan-kerajaan ini menciptakan kisah epik yang mengalir seperti sungai antara cahaya matahari, badai, dan bayangan malam. Dunia Valdoria bukan hanya tentang pedang dan perisai, tetapi juga tentang sihir dan roh leluhur yang membimbing para penghuninya.
Di luar tembok, terbentang tanah tak berujung yang dikuasai oleh Imperium Tartaria, bangsa nomaden yang berubah menjadi imperium militeris. Mereka percaya bahwa dunia di dalam tembok menyimpan rahasia leluhur dan sumber kekuatan yang akan menjadikan Tartaria penguasa seluruh benua.
Masing-masing kerajaan dilindungi oleh Gerbang Tembok yang bisa dibuka hanya dengan kunci pusaka yang diwariskan pada setiap raja. Jika ketujuh kunci digabungkan, Tembok Abadi dapat membuka jalannya keluar atau memanggil kekuatan yang bahkan raja-raja pun tak pahami.
Ancaman imperialisme kian mendekat. Di luar tembok, terbentang tanah tak berujung yang dikuasai oleh Imperium Tartaria, bangsa nomaden yang berubah menjadi imperium militeris. Kerajaan padang pasir, keras dan penuh intrik politik. Mereka percaya bahwa dunia di dalam tembok menyimpan rahasia leluhur dan sumber kekuatan yang akan menjadikan Tartaria penguasa seluruh benua.
Sumber daya minyak yang berharga membuat Arcakarta menjadi target utama bangsa Tartarian. Tartarian menghisap sumber daya dan kehidupan dari koloni demi koloni demi menjaga dominasi mereka.
Desas-desus menyebar bahwa Tartaria telah menemukan cara menembus tembok dengan mesin perang raksasa. Para raja bersidang di Lysindra, namun mereka terpecah: sebagian ingin bersatu melawan Tartaria, sebagian ingin bernegosiasi, dan sebagian lagi diam-diam berkhianat.
Tartaria mulai melancarkan serangan brutal dari luar. Tembok yang dianggap tak terkalahkan mulai retak di beberapa titik. Di dalam, kerajaan-kerajaan malah saling mencurigai. Kael terjebak di tengah, mencoba menyatukan tujuh kerajaan sambil mencari kebenaran tentang siapa sebenarnya pencipta Tembok Abadi.
Tartaria mengirim pasukan bayangan yang berhasil menyusup ke dalam tembok. Khalmor diam-diam bersekutu dengan Tartaria, berharap menjadi penguasa tunggal setelah kerajaan lain runtuh.
Saat Tartaria menembus gerbang pertama, para kerajaan sadar bahwa mereka bukan hanya berperang melawan musuh dari luar, melainkan juga menjaga agar makhluk purba yang dipenjara di dalam lapisan terdalam tembok tidak terlepas.
XXX
Di zaman kuno ketika peradaban manusia mencapai puncaknya. Dinasti Bhirawa mengisolasi Benua Miggleland dari dunia luar; tak ada yang keluar maupun masuk, agar rakyat percaya bahwa mereka hidup di surga, tanpa mengetahui bahwa ada kehidupan yang lebih baik di dunia luar di luar kekuasaan kesultanan, dunia modern jauh lebih maju.
Meski miskin dan kelaparan, kesultanan Umatradayawipa mengembangkan senjata nuklir untuk mempertahankan rezim.
Teknologi modern lain difokuskan untuk propaganda dan militer, bukan kesejahteraan rakyat. Perlindungan mutlak terhadap rezim, rakyat tetap tertindas.
Meskipun wilayah kaya sumber daya, distribusi makanan dikorbankan untuk proyek rezim.
Kelaparan mulai melanda sebagian besar rakyat karena sumber daya dialihkan untuk proyek “keagungan” dan militer.
Hukuman Tiga Generasi diberlakukan, siapa pun yang mencoba mengakses informasi dari luar dihukum bersama anak dan cucu menjadi budak negara.
Sistem kasta semakin mengakar, membuat mobilitas sosial nyaris tidak mungkin.
Propaganda: rakyat diyakinkan bahwa Baharawi adalah surga, dunia luar penuh dosa, dan kemajuan dunia luar hanyalah ilusi.
Sultan Beyzid Heredi II adalah manusia abadi dengan kekuatan psikis yang luar biasa, lahir sekitar 8.000 tahun sebelum Era Gelap Teknologi.Dia menyatukan koloni manusia di seluruh dunia setelah masa catalysm akibat perang nuklir.
Dia memimpin ekspedisi ke seluruh benua melawan berbagai mahluk fantasi yang mengancam manusia. Tujuannya adalah agar umat manusia selamat dari pengaruh warp atau Chaos, yang bisa merusak realitas.
Tujuan utamanya adalah menyatukan umat manusia dan melindungi mereka dari kekacauan, mahluk fanrasi, dan entitas kosmik. Meski Kesultanan Umatradayawipa adalah monarki turun temurun, Sultan Beyzid dianggap sebagai penguasa tertinggi secara anumerta.Bahkan kehendaknya sebagai arwah dianggap lebih prioritas dibandingkan keturunannya yang menjadi Sultan.
Kasta Sultan dianggap mahasuci, hanya mereka yang bisa menjadi penguasa atau ulama. Hidup dalam kemewahan, tinggal di kota suci dan pusat kekuasaan serta berhasil memperkuat dan mengkonsolidasi bekas wilayah republik dengan kekuasaan terpusat, propaganda, doktrin agama dan kultus individu pada sultan dan keluarganya..
Terdiri dari raja dan anggota keluarganya yang merupakan pelarian dari kekaisaran Agrabah sebelum menaklukkan republik. Setelah kekaisaran Agrabah di barat dihancurkan oleh suku barbar, orang orang kekaisaran Agrabah melarikan diri ke benua Miggleland, mereka menghancurkan dan menaklukan Republik Miggleland pertama yang didirikan oleh pribumi Umatradayawipa.
Sultan Beyzid Heredi II mendirikan Kesultanan Umatradayawipa di benua Miggleland, sebagai penerus Keamiran Umatradayawipa, negara teokrasi lokal yang pernah menjadi rival Republik pertama. Sultan merasa tidak puas dengan Republik Miggleland pertama yang dianggapnya lemah dan sekuler,
Mantan kolonial atau keturunan warga non pribumi, menjadi warga kelas dua.
Bertugas sebagai teknisi, guru, birokrat; berguna tetapi tidak punya hak memimpin.
Pribumi Umatradayawipa menjadi rakyat biasa dan mereka yang dijatuhi hukuman tiga generasi.
Menjadi pekerja paksa di tambang, ladang, dan proyek negara. Mereka dianggap sangat rendah dan hina dibandingkan keluarga raja yang merupakandarah keturunan nabi.
Setelah kekuasaan penuh diraih, ia menaklukkan seluruh benua dengan dukungan para Muhhibin, Pribumi Umatradayawipa yang loyal pada monarki karena dijanjikan status “mulia”. Republik Miggleland pertama dihapus dari catatan sejarah. Dunia luar dianggap “musuh” dan segala kemajuan Ilmu pengetahuan dilarang masuk.
Pendatang keturunan asing yang diklaim sebagai pewaris darah suci, menjadi kasta elit dan tentara kolonial.
Sultan ingin membangun jaringan teleportasi antar benua tanpa menggunakan Warp, agar umat manusia bisa bepergian tanpa risiko Chaos. Wabah teknologi bisa memusnahkan seluruh planet. Jadi, “ratusan atau ribuan orang mati hari ini” dibandingkan jika seluruh planet jatuh ke Chaos atau alien dianggap harga yang harus dibayar. Memutuskan aksi militer ekstrem, termasuk bombardir massal, sebagai cara tercepat untuk menundukkan dunia-dunia yang kacau.
Sultan Beyzid Heredi II menjadi penguasa mutlak dan membentuk kultus pribadi ekstrem, di mana dirinya dianggap simbol suci dan wakil tuhan di dunia . Keamiran Umatradayawipa, dulu sekutu, dihancurkan dalam konspirasi rahasia untuk memastikan tidak ada rival dalam kekuasaan.
Kesultanan menjadi teokrasi tirani: hukum agama dijadikan alat kontrol, semua rakyat wajib tunduk tanpa kecuali dengan ancaman neraka.
Sultan menerapkan solasi total, tidak ada hubungan resmi dengan dunia luar; rakyat dilarang memperoleh informasi dari luar agar mereka percaya jika negara mereka sempurna bagaikan surga dan tak membandingkan atau menyadari jika kehidupan di dunia luar lebih baik.
Namun, anak-anak muda mulai mengetahui dunia luar sejak mereka mendapatkan USB selundupan dari pasar gelap yang menyebarkan fakta tentang kemiskinan dan kebohongan rezim., berisi kebenaran tentang kehidupan di luar yang lebih modern dan lebih adil tanpa sistem kasta. Mereka pun mulai tidak mempercayai propaganda yang menyatakan bahwa Umatradayawipa adalah tempat terbaik di dunia.
Mereka menyadari kemiskinan, kebohongan, dan isolasi negara, benih pemberontakan dan perlawanan mulai tumbuh di bawah permukaan. Mereka mulai meragukan propaganda dan menginspirasi benih pemberontakan.
Penindasan, kelaparan, dan perpecahan kasta menjadi sumber konflik utama.
Pemberontakan bisa lahir dari kaum muda yang mendapat informasi dari luar.Intrik istana, perebutan kekuasaan, dan rahasia nuklir membuka peluang untuk drama politik, spionase, dan revolusi rakyat.
Anak muda semakin berani: jaringan USB selundupan berkembang menjadi gerakan bawah tanah.
Beberapa pemimpin muda mulai merencanakan pemberontakan terbatas.
Negara menghadapi krisis kelaparan parah, sumber daya habis, dan ancaman pemberontakan meningkat.
Sultan Beyzid Heredi II semakin paranoid; kultus pribadi diperkuat, pengawasan meningkat.
Benih revolusi rakyat siap meledak; beberapa wilayah mulai menolak kontrol teokrasi. Sebuah konflik internal yang membawa kerajaan itu ke era perang nuklir.
XXX
Dulu setelah perang nuklir benar-benar baru berakhir, bumi hampir saja menjadi planet yang tidak layak huni. Semua akibat radiasi yang terlalu parah dan musim salju teramat panjang yang ditimbulkan oleh perang nuklir. Dampaknya membuat manusia saat itu kekurangan makanan.
Semua kejadian yang sangat mengerikan itu menjadi pemandangan sehari-hari penduduk siluman dari Kerajaan Asura dan semua orang yang hidup di zaman perang nuklir. Hanya sedikit orang yang selamat dari bencana mahadahsyat itu.
Orang-orang yang mati karena ledakan nuklir di zaman itu sebenarnya jauh lebih beruntung daripada orang yang masih bertahan hidup. Semua orang yang masih bertahan di saat itu hanya akan berjalan tak tentu arah mencoba sekuat mungkin mempertahankan hidup mereka yang tak berarti hingga ajal menjemput.
Setelah era perang nuklir berakhir, semua negara di dunia berusaha mencari cara masing-masing untuk mencegah kepunahan umat manusia. Setiap negara berusaha membuat rakyat tetap dapat bertahan hidup di bumi yang hampir tidak layak untuk kehidupan manusia karena radiasi nuklir yang terlalu parah.
Kerajaan Umatradayawipa memiliki cara tersendiri demi membuat rakyatnya tetap bertahan hidup. Setelah Raja Beyazit Bhirawa Sanca, raja Kerajaan Umatradayawipa saat itu berhasil menaklukkan provinsi Agrabah milik Kerajaan Asura, ia memiliki kekuasaan untuk memaksa penduduk Agrabah yang merupakan siluman sejak awal dan penduduk Miggleland yang merupakan manusia untuk menikah satu sama lain.
Raja Beyazit mengakui, siluman merupakan mahluk yang lebih kuat daripada manusia secara fisik. Jadi para siluman juga dianggap lebih kuat daripada manusia dalam bertahan hidup di bumi yang sudah tak layak huni karena radiasi nuklir.
Menurut Raja Beyazit, satu-satunya jalan agar manusia dapat bertahan hidup di bumi adalah dengan cara menikahi siluman agar manusia dapat menghasilkan keturunan manusia setengah siluman yang memiliki kekuatan untuk bertahan hidup. Penduduk Umatradayawipa yang dulunya manusia, selanjutnya memiliki keturunan yang berubah menjadi berbagai jenis siluman, tergantung dari jenis dan kepribadian siluman yang dinikahi.
Bahkan raja dan seluruh anggota keluarga Kerajaan Umatradayawipa juga saling menikah dengan anggota keluarga Provinsi Agrabah. Ini dengan maksud menyatukan kedua kerajaan itu.
Sejak saat itulah tak ada lagi rasa dendam di dalam hati penduduk Agrabah kepada Kerajaan Umatradayawipa. Ini karena meskipun Agrabah telah ditaklukkan dan menjadi negara bawahan Kerajaan Umatradayawipa, baik provinsi Agrabah maupun Umatradayawipa memiliki garis keturunan yang sama dampak dari perkawinan campuran yang mereka lakukan.
Namun, Raja Mayasura yang sudah hidup selama 1000 tahun dan dikalahkan masih membenci umat manusia sampai napas terakhir. Ia bahkan membenci semua anak cucunya di Agrabah yang kini telah tercampur dengan darah manusia dan turut menghancurkan kekuasaannya.
Sudah sejak lama para siluman menjadi korban perang dan keserakahan manusia yang gemar merusak alam. Manusia membangun pabrik besar-besaran dan membuang limbahnya ke laut sesuka hati sehingga membuat banyak siluman air mati keracunan.
Lantaran populasi manusia yang bertambah tak terkendali, manusia pun menggunduli hutan untuk membangun jalan, permukiman, dan perkotaan. Manusia menebang pohon untuk keperluan industri serta memburu hewan di hutan hingga luas hutan di dunia seabad lalu berkurang drastis. Padahal itu merupakan habitat alami para siluman. Banyak siluman yang dijadikan tahanan perang dan menjadi pekerja paksa untuk membangun infrastruktur perang.
Konflik dan kontak pertama dimulai pada abad ke-19 ketika Kerajaan Umatradayawipa membangun pertambangan serta rel dan stasiun kereta api uap di Pulau Asura tanpa izin Raja Siluman Asura. Perebutan wilayah mulai terjadi.
Kerajaan Umatradayawipa tidak pernah dijajah bangsa Eropa karena memiliki sistem suksesi dan diplomasi yang stabil pada abad ke-19 dan mampu mengeksploitasi persaingan dan ketegangan antara negara imperialis di sekitarnya, hingga sanggup memodernisasi angkatan tempurnya menjadi negara yang sulit ditaklukkan siapapun. Meskipun pada abad ke-19 sebagian kecil wilayahnya di pantai selatan dikuasai imperium kolonial Prancis di bawah administratif yang sama dengan Indochina, namun mereka berhasil merebut kembali kekuasaannya.
Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 saat jutaan orang di seluruh dunia terpapar, juga turut memantik perang. Negara-negara di dunia mulai saling berperang memperebutkan sumber daya alam dan bahan baku pembuatan vaksin antivirus yang dimiliki oleh negara lain.
Manusia beranggapan air tidak akan pernah habis karena tersedia tidak terbatas. Mereka mencemari dan menghabiskan air sesuka hatinya. Saat itu sungai, danau, bendungan, dan air bawah tanah telah tercemar atau kering kerontang.
Tak ada lagi pemandangan yang begitu asri dan indah. Yang ada hanyalah gurun-gurun pasir tandus. Infeksi saluran pencernaan, pernapasan, kulit, dan penyakit-penyakit baru terus bermunculan, menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Perebutan pasokan air bersih juga menjadi salah satu penyebab perang nukilir saat itu.
Manusia membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang dibasahi dengan minyak mineral. Sebelumnya, rambut yang indah menjadi kebanggaan setiap perempuan. Tapi saat itu semua orang justru harus mencukur habis rambutnya untuk memudahkan membersihkan kulit kepala tanpa air.
Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak dapat membuat air. Morfologi manusia mengalami perubahan yang menghasilkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.
Sebelum terjadi perang nuklir, tidak ada lagi pohon yang tumbuh subur karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam. Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global sudah terjadi sejak abad ke-20 akibat efek rumah kaca dan polusi yang memprihatinkan. Manusia telah diperingatkan betapa pentingnya untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak banyak yang peduli.
Kerajaan Umatradayawipa memang tidak menganggap siluman sebagai warga kelas dua, namun perlakuan manusia pada siluman di masa lalu terkadang kurang ramah hingga raja menikahkan manusia dan siluman secara paksa pasca-perang nuklir.
Sebelum manusia mulai menikahi siluman, orang yang berusia 50 tahun akan terlihat seperti sudah berusia 85 tahun karena kebanyakan manusia saat itu menderita gangguan ginjal serius. Orang-orang tidak minum cukup air. Manusia juga rentan dengan berbagai virus seperti virus corona dan norovirus. Namun setelah manusia melakukan perkawinan campuran dengan siluman, remaja yang berusia 17 tahun akan terlihat seperti anak 10 sampai 12 tahun.
Adapun satu-satunya keuntungan yang didapatkan para siluman Asura dengan menikahi manusia adalah mereka tak perlu lagi memakan otak manusia. Sebelumnya, para siluman harus memakan otak manusia minimal sekali seumur hidup agar tak menjadi siluman liar yang tak memiliki akal dan mengenal peradaban.
Dengan menikahi manusia, mereka tak perlu lagi takut kehilangan akal seiring berjalannya usia. Manusia adalah mahluk yang memiliki akal secara alami.
Karena pernikahan campuran paksa itulah terjadi peleburan kepercayaan antara penduduk Umatradayawipa dan penduduk Agrabah yang menyebabkan sedikit kemunduran peradaban. Penduduk Miggleland yang awalnya tidak percaya pada mitos dan lebih tergantung pada logika, kini sebagian besar mulai mengikuti kepercayaan dan ritual mengerikan yang dilakukan oleh para siluman Asura.
Meskipun Kerajaan Asura sempat menjadi negara resmi dan sudah puluhan tahun tersentuh oleh peradaban dunia modern, mereka tetap tak dapat melupakan kepercayaan nenek moyang yang diwariskan turun-temurun. Karena Kerajaan Asura adalah kerajaan siluman yang sudah ribuan tahun terasing di sebuah pulau kecil yang dikelilingi oleh samudera, meskipun secara geografis Pulau Asura letak relatifnya masuk dalam wilayah Benua Miggleland.
Dahulu kala, Kerajaan Asura cukup sulit untuk dijangkau. Mereka terisolasi oleh peradaban dunia modern karena arus laut yang sangat deras mengelilingi pulau itu.
Kepercayaan yang paling mencolok warga Asura sebagai siluman dan ditularkan pada pasangan manusianya, penduduk Miggleland, adalah memakan mayat anggota keluarga mereka yang telah meninggal. Penduduk Asura memakan semua anggota keluarganya yang meninggal tanpa terkecuali. Tak akan pernah ada yang menemukan pemakaman di seluruh wilayah kerajaan ini.
Siluman Asura dikenal sebagai mahluk pemakan daging manusia. Lantaran kini sebagian juga memiliki darah manusia, mereka tidak lagi tega membunuh sesama mahluk berdarah manusia yang masih hidup dan hanya mau memakan bangkainya saja.
Namun, tidak semua anak terlahir dengan wujud siluman. Anak yang tidak dilahirkan dengan wujud siluman tetap dapat membangkitkan darah silumannya.
Cara yang paling umum dilakukan anak yang tidak terlahir dengan wujud siluman adalah dengan mempelajari kekuatan Asura. Tetapi, tanpa mempelajari kekuatan Asura pun anak keturunan siluman suatu saat akan ditakdirkan membangkitkan darah silumannya, meskipun dia mencoba menghindarinya.
Anak-anak itu juga akan terlihat seperti orang tuanya, meskipun belum bisa mengendalikan emosi dan kekuatannya secara maksimal. Setiap jenis siluman memiliki ajian atau kesaktian yang berbeda dari siluman lainnya.
XXX
Binatang es seperti penguin bisa bertahan hidup dan populasinya meningkat setelah pendinginan global pasca-perang nuklir meskipun dengan mutasi genetik aneh akibat bahan radioaktif. Penguin kaisar dapat bertahan hidup di suhu dingin karena lapisan lemak tebal pada tubuhnya berguna untuk menyimpan panas dan memisahkan udara dingin dari luar. Meskipun tidak sedingin kutub selatan, benua ini cukup layak huni untuk penguin. Populasi penguin yang selamat dari perang nuklir kini bermutasi menjadi agak lebih besar dan gempal dari nenek moyangnya.
Namun setelah perang nuklir wilayah bagian selatan yang awalnya hangat mulai tertutup salju dan hampir sama dinginnya dengan bagian utara yang ditutupi tembok salju, yang dijuluki tembok salju Antartika. Penguin yang berada di utara mulai bermigrasi dan melakukan musim kawin ke wilayah selatan setiap tahunnya.
Penguin pun menjadi salah satu lambang negara di kerajaan ini. Bagi penduduki Kerajaan Miggleland, siluman Asura daek Agrabah sudah berbaur menjadi mahluk yang sama dan sudah tidak bisa dibedakan lagi dengan manusia. Seluruh penduduk Kerajaan Miggleland memang memiliki garis keturunan dari dua mahluk yang berbeda, yaitu ras manusia dan siluman Agrabah. Para siluman tinggal di pulau wilayah utara benua ini yang agak sulit dijangkau manusia.
Siluman memiliki ukuran tubuh yang sama dengan manusia, bahkan wujud mereka juga sama seperti manusia biasa jika dilihat sekilas. Meskipun dalam pertempuran mereka dapat memperbesar ukuran tubuhnya menjadi raksasa dengan mempraktikkan ilmu tiwikrama. Walau seperti manusia, bagian tubuh siluman juga bisa menyerupai hewan, tumbuhan, atau sebuah elemen benda.
Siluman juga dianggap suku asli benua Miggleland sebelum kedatangan bangsa Umatradayawipa di awal Tarikh Masehi.
Semua itu berawal ketika kerajaan Asura berhasil mendapatkan statusnya sebagai kerajaan berpenduduk mahluk siluman pertama yang kedaulatannya diakui di dunia. Asura berhasil mendapatkan ribuan unit kapal udara berbaling-baling logam, pesawat, hingga kapal selam tempur dengan tembakan amunisi energi suara yang mereka beli dari negara-negara Eropa.
Seluruh senjata itu digunakan untuk membebaskan diri dan melakukan gerakan separatis dari pengaruh Kerajaan Miggleland. Mereka juga mendapatkan artileri elang yang tidak akan habis pelurunya.
Kerajaan Asura dengan nama resmi Kemaharajaan Asura Patala masuk daftar negara dengan pengakuan terbatas. Asura dianggap sebagai negara resmi pada tahun 2067 yang memiliki wilayah di Pulau Asura, pesisir pantai timur benua Miggleland.
Meskipun wilayahnya dipersengketakan, lebih dari 100 negara di dunia mengakui kedaulatannya. Asura masuk negara-negara anggota Liga Konfederasi Bumi yang tidak diakui oleh setidaknya satu anggota lain atau diakui di bawah hukum internasional. Kerajaan Asura tidak mendapatkan pengakuan diplomatik dunia ataupun tidak menjadi anggota Liga Konfederasi Bumi secara penuh di bawah pemerintahan pengamat Liga Konfederasi Bumi.
Kerajaan Asura memiliki hak untuk berbicara di Majelis Umum Liga Konfederasi Bumi dan menandatangani resolusi, akan tetapi tidak memiliki hak memberikan suara pada pengambilan suara untuk suatu resolusi. Namun, kedaulataan kerajaan itu tidak bertahan lama saat terjadi perang nuklir di tahun 2089. Kota terpenting
Kerajaan Asura yaitu Agrabah ditaklukkan dengan mudah oleh negara manusia yang jauh lebih besar, yaitu Umatradayawipa. Akhirnya kerajaan Asura menjadi kerajaan dengan kekuasaan terbatas dan dipaksa menandatangani perjanjian yang tak adil dan mempermalukan Asura.
Kerajaan Umatradayawipa ingin menguasai seluruh daratan di benua ini karena wilayah Kerajaan Asura berada di pulau yang sangat dekat dan strategis untuk ditaklukkan pada situasi perang seperti saat itu. Kerajaan Umatradayawipa menamakan Pulau Asura dengan sebutan Distrik X 2006 sebagai salah satu wilayahnya.
Kini kekuasaan Kerajaan Umatradayawipa tidak terbatas pada daratan utama benua Miggleland yang merupakan benua terkecil kedua di dunia setelah Australia. Benua Miggleland memiliki luas sekitar 8.900.000 kilometer persegi. Kerajaan Umatradayawipa kini juga menguasai Benua Amerika dari utara sampai selatan daratan Pulau Greenland dan Iceland. Meskipun beberapa wilayah daratan di Benua Amerika sudah tidak layak huni karena terpapar radiasi nuklir.
Kerajaan Asura bisa dikalahkan dengan mudah oleh Kerajaan Umatradayawipa karena siluman-siluman Asura yang membawahi banyak suku siluman lain, tidak memiliki alat tempur dan senjata nuklir yang memadai, seperti yang dimiliki Kerajaan Umatradayawipa. Penduduk Asura hanya mengandalkan sebagian senjata modern terbatas yang tak bisa mereka produksi sendiri dan tentu saja kekuatan siluman Asura yang mereka miliki sejak lahir.
The Magneto Hidrodynamic Munition Explosive disingkat Mahem adalah senjata utama pasukan pejalan kaki Kerajaan Umatradayawipa. Senjata ini memanfaatkan logam cair untuk menembus baju pelindung musuh. Logam cair akan didorong oleh ledakan bubuk mesiu pada peluru yang dimasukkan ke dalam rudal dan mematik ledakan proyektil.
Kontrol dan presisi senjata ini memiliki dampak kerusakan yang lebih besar daripada senjata peledak konvensional.
Kerajaan Umatradayawipa pun diperkirakan memiliki lebih dari 10.000 hulu ledak nuklir Tsar Bomba, nuklir terbesar di dunia saat itu.
Kekuatan siluman Asura benar-benar bukan tandingan alat tempur serta pasukan elite yang dimiliki oleh Kerajaan Umatradayawipa. Sehingga Kerajaan Asura tak dapat mempertahankan wilayahnya dan terpaksa tunduk di bawah kekuasaan Umatradayawipa. Kemajuan peradaban membawa manusia yang awalnya mahluk lemah, bisa menundukkan mahluk sekuat siluman.
Setiap hari, penduduk Asura selalu merasakan kilatan cahaya yang menyilaukan dan radiasi dalam bentuk panas dari ledakan awal. Kemudian ledakan awal itu menjadi sepanas matahari. Kayu, plastik, kain, dan cairan yang mudah terbakar akan tersulut api.
Kilatan dan radiasi akan segera diikuti oleh gelombang ledakan yang bergerak beberapa kali lipat kecepatan suara. Ledakan itu menghimpun puing-puing yang bisa bergerak, meratakan semua bangunan dalam zona ledakan, dan membunuh semua siluman Asura di jalur gelombang selama beberapa kilometer.
Gelombang udara super panas yang mengelilingi dunia membumbung tinggi di atas awan yang kemudian menghalangi cahaya matahari menuju bumi. Akibatnya, bumi mengalami musim salju di seluruh dunia selama 10 tahun.
Mungkin saat itu kondisi di bumi terlihat baik-baik saja karena kebesaran Tuhan yang menginginkan manusia tetap hidup di muka bumi. Hingga sebuah keajaiban seperti muncul. Seolah muncul penyihir penyuling yang membuat setiap tahunnya keseimbangan alam di bumi berangsur-angsur membaik.
Hujan mulai sering turun. Pohon-pohon kembali tumbuh secara ajaib. Pasokan air bersih yang tak terbatas memenuhi berbagai sungai dan sumur. Meskipun begitu, tetap ada sebagian daratan di belahan bumi yang kemungkinan tidak bisa ditinggali sampai 20 ribu tahun ke depan. Dunia baru yang lahir setelah perang nuklir membuat manusia melupakan permukaan bumi biru dan hijau seperti sebelum perang terjadi.
XXX
Di zaman purba, sebelum dunia terbentuk seperti sekarang, alam semesta hanyalah kekosongan gelap yang sunyi. Dari kegelapan itu muncul sebuah entitas suci bernama Arshiel, malaikat cahaya pertama dan terkuat yang diciptakan oleh para dewa.
Arshiel bukan malaikat biasa. Ia terbuat dari sinar bintang yang paling murni dan memiliki sayap yang berkilauan seperti pelangi yang tak pernah pudar. Dari sayapnya, ia mampu menyebarkan cahaya yang menerangi kegelapan dan membawa kehangatan ke tempat-tempat yang paling dingin.
Ketika dunia mulai tercipta, Arshiel diberikan tugas oleh para dewa: menjaga keseimbangan antara cahaya dan kegelapan, dan melindungi manusia dari kegelapan yang ingin menguasai hati mereka. Namun, Arshiel juga punya kebebasan untuk memilih bagaimana ia melaksanakan tugasnya.
Dalam perjalanannya, Arshiel melihat manusia yang rapuh dan penuh dengan ketakutan. Ia memutuskan untuk turun ke bumi dan membimbing mereka dengan cahaya dan kebijaksanaan. Tapi malaikat lain, yang dikenal sebagai Zalvath, Malaikat Bayangan, merasa bahwa kegelapan adalah bagian penting dari keseimbangan itu. Zalvath ingin manusia mengalami kegelapan agar bisa tumbuh menjadi kuat.
Konflik antara Arshiel dan Zalvath pun tak terhindarkan. Pertempuran hebat meletus di antara mereka di angkasa, menciptakan bintang jatuh dan aurora yang indah di langit malam sebagai jejak kekuatan mereka. Namun, Arshiel tak ingin menghancurkan Zalvath, karena ia percaya bahwa tanpa bayangan, cahaya tidak akan berarti.
Akhirnya, mereka mencapai kesepakatan: Arshiel akan menjaga cahaya dalam hati manusia, sementara Zalvath akan menjaga bayangan dan ketakutan mereka, agar keduanya bisa hidup berdampingan dan manusia bisa memilih jalan mereka sendiri.
Sebagai tanda persahabatan dan keseimbangan itu, Arshiel mewariskan Sinar Harapan, sebuah cahaya kecil yang bisa ditemukan setiap kali seseorang merasa putus asa. Sinar itu membimbing mereka kembali ke jalan yang benar.
Hingga hari ini, orang-orang yang kehilangan harapan sering merasa ada kehadiran malaikat Arshiel yang memeluk dan menerangi langkah mereka, menjaga agar cahaya selalu mengalahkan kegelapan dalam hidup.
XXX
Setelah kehancuran Republik Miggleland Kedua dan tewasnya naga merah, bayangan Attila Sombreus menutupi benua itu. Miggleland bukan lagi negeri yang bebas; ia kini menjadi salah satu wilayah jajahan Kekaisaran Tartaria Baru. Kota-kota yang dulu gemerlap kini berselimut kegelapan dan reruntuhan, dijaga oleh pasukan hantu dan Tartaria yang setia.
Di barat jauh, London—bekas ibukota Federasi Euro Britannia—telah diambil alih. Di tengah reruntuhan megahnya yang dulu berkilau, Sombreus menjadikannya ibukota kekaisaran baru. Menara-menara klasik yang masih tersisa kini dipasangi simbol Tartaria, dan langit kota dipenuhi armada udara serta menara energi yang memancarkan cahaya merah keemasan. Dari sana, Sombreus memerintah dengan tangan besi, menyebarkan bayangan kekuasaannya ke seluruh Miggleland dan sekitarnya.
Namun kebangkitan Tartaria Baru tidak berhenti di situ. Mereka tahu satu-satunya ancaman besar yang tersisa adalah Arcakarta—kerajaan yang membentang dari Asia Utara hingga Tiongkok, negeri yang masih lestari, makmur, dan dipenuhi magi kuno. Rival lama Euro Britannia kini digantikan oleh Tartaria Baru, dan Sombreus bertekad menaklukkan Arcakarta dengan cara apapun.
Di dalam laboratorium rahasia yang tersembunyi di bawah London, para ilmuwan Tartaria dan hantu-hantu kuno bekerja tanpa henti. Di tengah ruangan berdiri mesin raksasa yang menakjubkan sekaligus menakutkan Continental Drift Generator. Pilar-pilar besarnya menjulang ke langit, terbuat dari logam hitam yang berlapis rune kuno, mengalirkan energi magma dari inti bumi. Kabel-kabel panjangnya menembus lantai dan tanah, menyalurkan kekuatan yang mampu memicu gempa bumi raksasa, menghancurkan kota bahkan seluruh benua jika diaktifkan.
“Dengan mesin ini,” suara Sombreus bergema dari balkon laboratorium, mata merahnya menyala tajam, “tidak ada tembok Drusselstein yang bisa menahan pasukan kita. Arcakarta akan runtuh, dan aku akan mengklaim semua tanah yang pernah bebas itu. Bahkan langit akan merunduk di bawahku.”
Para ilmuwan Tartaria mengangguk penuh hormat, sementara bayangan pasukan hantu menutupi laboratorium seperti kabut gelap yang hidup. Di layar holografik raksasa, peta bumi bergetar, menandai lokasi Arcakarta dan titik-titik lemah di tembok Drusselstein.
“Setiap gempa yang dihasilkan generator ini akan menghancurkan fondasi alam mereka,” lanjut Sombreus, senyumnya tipis dan mengerikan. “Dan ketika benua itu runtuh, tidak ada satu pun yang bisa menghentikan Tartaria Baru. Dunia baru ini akan bernama… Tartaria, dan semua yang menentangku akan binasa.”
Di balik cahaya merah dan deru mesin yang mulai berdengung perlahan, bumi sendiri seakan merasakan ancaman yang datang. Reruntuhan dan abu dari benua barat jauh yang dulu diselimuti perang nuklir kini menjadi saksi bahwa kekuatan Sombreus bukan sekadar legenda—ia telah berubah menjadi ancaman nyata yang bisa menelan dunia.
Di balik tirai bumi, perseteruan abadi sedang bergulir. Kekuasaan yang serakah merobek hubungan antar dunia, menanam benih konflik yang akan membakar banyak jiwa. Pertarungan untuk kendali atas kekuatan kuno yang mengalir dalam setiap makhluk, kekuatan yang mengikat dan membelah, menjadi ujian bagi mereka yang terpilih.
XXX
Anita Isadora mendatangi Tsarina Arcakarta, Ratu Naira yang melihat Anita dalam wujud malaikatnya sang ratu langsung bertekuk lutut dan menawarkan kerajaannya sebagai sekutu melawan Sombreus.
Langit Acakarta berkilau lembut, pepohonan dan sungai berkilau di bawah sinar matahari pagi. Di istana megah Tsarina Arcakarta, Anita Isadora melangkah masuk, tubuhnya memancarkan cahaya putih keemasan dari wujud malaikatnya. Sayapnya terbentang lebar, setiap bulu berkilau seperti cahaya surgawi yang menusuk pandangan. Suara langkahnya bergema di aula, dan para pengawal serta menteri Tsar tak berani menatap langsung—kekuatannya terlalu agung, terlalu mengintimidasi.
Tsarina Arcakarta sendiri berdiri di singgasana, wajahnya menunduk perlahan saat menyadari siapa yang hadir. “Anita Isadora…” suaranya nyaris berbisik, penuh hormat.
Anita menunduk sedikit, tetapi tatapannya tetap tegas. “Tsarina Arcakarta, dunia yang kalian kenal akan terancam. Attila Sombreus telah menaklukkan Miggleland dan ingin menaklukkan Arcakarta. Aku datang bukan untuk menuntut, tapi menawarkan bantuan—dan aku meminta kalian berdiri bersama kami melawan kegelapan ini.”
Tanpa ragu, Tsarina Arcakarta perlahan turun dari singgasana, menundukkan diri sepenuhnya di hadapan Anita. “Kerajaan Arcakarta siap menjadi sekutu. Apa pun yang diperlukan, kami akan berdiri di sisi kalian.”
Hasyi dan Hasya, yang selama ini hidup dalam pengasingan, berdiri di samping Anita. Hasya mengangkat mahkotanya—mahkota yang dulu dikenakan sebagai ratu Miggleland. Kilauan emas itu memantul di cahaya malaikat Anita.
Ratu Naira sang Tsarina Arcakarta menatap mahkota itu dengan mata terbuka lebar. “Ini… ini adalah mahkota yang sah. Hasya, kau masih hidup… dan Hasyi…” ia menoleh ke pangeran muda itu, “kau adalah penguasa Miggleland yang sah.”
Hasyi dan Hasya yang selama ini adalah pangeran dan putri Miggleland yang digulingkan oleh tanduk berlian setelah Hasya menunjukkan mahkotanya diakui oleh Tsar Arcakarta sebagai sekutu, Tsar Arcakarta mengakui Hasyi sebagai penguasa Miggleland yang sah,di Arcakarta mereka mendirikan Pemerintahan Miggleland dalam pengasingan dan Hasyi mendeklarasikan berdirinya Kepangeranan Miggleland (Principality of Miggleland) dengan dukungan Arcakarta sebagai dukungan perlawanan melawan Attila,
Hasyi mengangguk pelan, wajahnya dipenuhi campuran rasa lega dan tanggung jawab. Bersama Arcakarta, mereka segera mendirikan Pemerintahan Miggleland dalam pengasingan, dan Hasyi berdiri di hadapan rakyat yang mulai berkumpul di istana Arcakarta, mengumumkan:
“Dengan dukungan kerajaan Arcakarta, hari ini kami mendeklarasikan berdirinya Kepangeranan Miggleland – Principality of Miggleland. Ini adalah simbol perlawanan terhadap kegelapan yang mengancam dunia. Bersama Arcakarta, kami akan bangkit untuk menghadapi Attila Sombreus!”
Di benua Miggleland, sisa-sisa pemberontak Tanduk Berlian yang masih setia pada Republik marah ketika mengetahui kebenaran: ratu Hasya yang mereka gulingkan ternyata masih hidup. Mereka bergegas mengirim pasukan menyerang Arcakarta, mencoba membalas dendam dan menegakkan pemerintahan lama.
Namun jumlah mereka kalah jauh. Pasukan Arcakarta dan pengawal Principality of Miggleland dengan mudah menahan serangan itu, membuktikan bahwa kekuatan gabungan mereka jauh lebih tangguh.
Setelah kekalahan itu, para pemimpin Tanduk Berlian yang pro-republik menyadari kenyataan. Mereka berdiri di hadapan Hasyi dan Hasya, menunduk dengan penuh hormat. “Jika musuh kita terlalu besar untuk dihadapi sendiri… kami bersedia bersatu dengan Principality of Miggleland,” kata seorang jenderal Tanduk Berlian.
Hasyi mengangguk, tatapannya tajam. “Kita bersatu bukan untuk balas dendam. Kita bersatu untuk melawan Attila Sombreus. Ini adalah saatnya semua pihak yang ingin kebebasan bersatu. Bersama, kita akan menghadapi kegelapan yang lebih besar daripada perselisihan lama kita.”
Di istana Arcakarta, sinar matahari menembus jendela kaca, menyinari pangeran dan putri Miggleland yang sah, Anita Isadora di sisi mereka, dan para sekutu baru dari Tanduk Berlian. Sebuah aliansi baru terbentuk—sebuah harapan pertama sejak kegelapan Attila Sombreus menelan Miggleland.
Namun, di seluruh bumi, ketegangan semakin memuncak. Perang meletus, pecah antara mereka yang setia pada kekuasaan kekaisaran Tartaria dan mereka yang menuntut kemerdekaan. Intrik, pengkhianatan, dan kepahlawanan mewarnai peperangan ini, sebuah cermin dari konflik klasik yang menguji batasan moral dan keberanian.
Dalam bayang-bayang konflik, aliansi rahasia terbentuk dan hancur, diwarnai pengkhianatan yang memperumit perjuangan. Setiap langkah membawa konsekuensi besar, menguji loyalitas dan tekad para pejuang dan penguasa.
Ratu Naira dan Putri Aqua Seraphine menawarkan seorang pahlawan dan petualang pemberani dari Arcakarta bernama Arinn untuk membantu mereka menghadapi kekuatan jahat Attila Sombreus.Sebagai panglima besar pemimpin aliansi.
XXX
Di kerajaan Dazhbog salah satu wilayah konfederasi Tsar Arcakarta, lahirlah seorang ksatria muda bernama Artemy Volkov yang biasa dipanggil Arinn, putra seorang penghuni surya dan prajurit terhormat. Sejak kecil, Artemy menunjukkan bakat luar biasa: ia bukan hanya ahli pedang, tetapi juga mampu memanipulasi energi sihir matahari untuk menyembuhkan, menyalurkan kekuatan, dan menangkis kegelapan. Tubuhnya ramping, namun tangannya mampu mengayunkan pedang raksasa yang bahkan beberapa orang dewasa pun tak sanggup angkat. Pedang itu, Solnce Razrushitel, memiliki bilah berkilau emas dengan garis-garis bercahaya biru gelap yang menyerap energi gelap dari musuh, menyimpannya sebagai kekuatan tambahan untuk pemiliknya.
Ibunya yang berasal dari wilayah Perun melarikan diri ke Dazhbog,ibunya dihukum mati karena dituduh penyembah iblis pada masa Raja Brajasenawarman yang kejam. Arinn menemukan bahwa ibunya adalah keturunan dari arsitek asli Tembok Drusselstein. Ia membawa sebuah fragmen kunci kuno yang bisa membuka rahasia tembok. Ia menemukan catatan kuno yang menyatakan bahwa Tembok Abadi Drusselstein bukan hanya tembok pertahanan, melainkan penjara raksasa untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari Tartaria.
Selain pedang, Arinn mewarisi Grimoare Solara, sebuah kitab sihir kuno yang berisi mantra-mantra pengusir kegelapan, mantra pelindung, dan ritual kuno untuk menahan kekuatan makhluk malam. Grimoare itu bersinar lembut di tangan Artemy, menyesuaikan mantra dengan niat dan emosi pemiliknya. Setiap kali ia membaca dari Grimoare, simbol-simbol bercahaya menari di udara, membentuk tameng cahaya atau memanggil makhluk astral untuk membantunya.
Arinn adalah seorang pemuda dengan semangat baja dan darah leluhur yang mengalir dalam nadinya. Tubuhnya lincah dan kuat, dengan rambut yang berkilau seperti ombak lautan, dan mata yang menyimpan tekad tak tergoyahkan. Ia membawa trisula bercahaya—senjata warisan leluhur yang mampu memanggil kekuatan Energi Kausal dari dasar lautan.
Arin adalah anak laki-laki mermaid muda dengan semangat pemberani dan hati yang tulus. Dia punya rambut berwarna biru laut yang mengalir seperti ombak, mata cerah penuh tekad, dan tubuh ramping tapi kuat, hasil hidupnya di bawah air. Meski usianya muda, dia memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap planet dan teman-temannya.
Arin membawa senjata unik — sebuah trisula bercahaya dari kristal laut, warisan leluhur yang mampu memanggil kekuatan energi kuno dari dasar lautan. Dia juga mahir berenang dan bergerak lincah di bawah air, serta mampu mengendalikan kekuatan mistis yang mengalir di Arcakarta.
Arinn dilatih oleh para penghuni Dazhbog sejak kecil, mempelajari seni pedang dan sihir sekaligus, sehingga mampu menghadapi ancaman kegelapan yang muncul di dataran Valdoria. Ia sering menunggang kuda putih di padang bersalju, melintasi hutan lebat dan rawa berkabut untuk mengusir makhluk gelap yang merusak ladang, desa, dan benteng rakyat.
Namun kekuatannya bukan tanpa harga. Setiap kali pedangnya menyerap energi gelap, tubuhnya merasakan beban berat di jiwa, seolah bayangan musuh mencoba menembus pikirannya. Grimoare juga menuntut kehati-hatian: mantra yang salah bisa membakar dirinya sendiri atau melepaskan energi yang tidak terkendali.
Suatu malam, saat aurora merah menyala di langit Dazhbog, Artemy menerima kabar dari kerajaan tetangga Morana: makhluk kegelapan purba, Nyxmar, bangkit dari hutan bersalju, membawa kabut kematian dan salju abadi. Penduduk desa yang melintas di hutan mulai hilang tanpa jejak. Dengan pedang raksasa di tangan dan Grimoare di pundak, Artemy menunggang kudanya menembus badai salju, bersiap menghadapi pertempuran yang bisa menentukan nasib seluruh kerajaan.
Di tengah malam yang membeku, ketika kabut gelap menyelimuti hutan, Artemy menghentikan kudanya. Ia menancapkan Solnce Razrushitel ke tanah, membiarkan bilahnya menyerap energi kegelapan yang memancar dari Nyxmar. Simbol-simbol Grimoare bersinar di udara, memutar mantra pelindung. Dan di bawah sinar aurora yang berdansa di langit, ksatria muda itu bersiap menghadapi makhluk yang bahkan para penghinin tua pun takut untuk lawan.
Di saat-saat genting itu, Artemy tahu satu hal: pedang dan Grimoare hanyalah alat. Kekuatan sejati berasal dari keberanian, keteguhan hati, dan tekad untuk melindungi mereka yang tak berdaya. Dan malam itu, legenda seorang ksatria penyihir lahir, yang akan diceritakan di seluruh Valdoria sebagai penjaga cahaya di tengah bayangan.
XXX
Arin dan Putri Aqua punya ikatan yang kuat sejak kecil — bukan hanya teman tapi saudara jiwa yang saling melengkapi. Arin berjanji untuk melindungi Putri Aqua dari ancaman kekaisaran Tartaria yang ingin menaklukkan benua mereka.
Putri Aqua Seraphine bukan hanya pemimpin spiritual rakyatnya, melainkan juga reinkarnasi dari Dewi Nagagini, penguasa lautan dan pengendali Energi Kausal yang agung. Dewi naga kuno yang melegenda itu dikenal mampu memberikan kekuatannya kepada makhluk hidup terpilih, dan kini kekuatan itu terwariskan kepada Putri Seraphine. Dengan kewibawaan dan kebijaksanaan, ia menjaga keseimbangan dan harmoni di kerajaanya, menjadi sumber inspirasi sekaligus kekuatan bagi Arin dan seluruh rakyat.
Putri Seraphine adalah sosok lembut, anggun, namun punya jiwa kuat. Dia mewakili keseimbangan dan kedamaian planet Seraphine. Rambutnya panjang berkilau seperti air yang beriak, warna hijau laut yang menenangkan. Mata Putri Seraphine memancarkan ketenangan dan kebijaksanaan yang jauh melampaui umurnya.
Selain menjadi pemimpin spiritual rakyatnya, Putri Aqua menyimpan rahasia kuno tentang Energi Kausal, dan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan makhluk mistis serta menjaga keseimbangan kosmis di kerajaannya.
Meski tak selalu ikut bertarung secara langsung, keberadaannya sangat penting sebagai simbol harapan dan inspirasi bagi Arin dan rakyat Aqua.
Di bawah langit yang bercahaya merah dari Kerajaan Arcakarta, Arin terbangun dari mimpi yang berat. Ombak lembut mengelus pasir kristal, namun hatinya bergemuruh seperti badai yang akan datang. Dalam genggamannya, sebuah kristal bercahaya perlahan memancarkan energi hangat—warisan leluhur yang berjanji akan mengubah nasib bumi.
Kehidupan di Arcakarta selama ini damai, penuh harmoni antara laut dan bintang. Namun kini, bayang-bayang gelap mulai merayap. Raptors yang mendukung Tartaria, yang bermarkas di daratan merah jauh, mengulur tangan besi untuk menguasai koloni-koloni yang kaya sumber daya. Mereka bukan hanya penguasa biasa — mereka adalah makhluk yang haus akan kekuasaan dan darah, memakan spesies lain demi memperkuat diri.
Arin menyelam ke dalam laut yang dalam dan luas, membawa beban takdir yang tak bisa dielakkan. Dalam dirinya menyala api perjuangan yang lebih besar dari sekadar peperangan biasa—ini adalah pertarungan antara terang dan gelap, antara kehendak bebas dan takdir, yang telah berlangsung sejak awal semesta.
Sementara itu, di benteng baja Raptors, seorang prajurit bertopeng berdiri di antara bayang-bayang. Dia adalah simbol kekuasaan Raptors, pejuang yang tak kenal ampun, namun juga terperangkap dalam konflik batin yang membakar jiwanya. Di tangannya tergenggam kekuatan yang bisa mengubah jalannya perang, namun apakah dia mampu mengatasi bayangan masa lalunya?
Gelombang dan bintang kini menjadi saksi sebuah perjalanan yang akan mengubah arah sejarah Arcakarta. Arin melangkah meninggalkan masa lalu, menyongsong takdir yang penuh bahaya, pengkhianatan, dan harapan.
Arinn memimpin aliansi rapuh untuk menahan Tartaria yang dipimpin oleh Atilla the Khan. Namun pengkhianatan Svarog membuat gerbang ke-2 jatuh. Tartaria memasuki lingkaran terluar tembok, ia kini berusaha mengusirnya.
Sombreus bukan hanya arwah… melainkan cabang jiwa Yggdrasil itu sendiri.

Posting Komentar untuk "Novel: Miggleland 2: Fallen Angel from Valdoria: Varudoria no Monogatari "