Di sebuah negeri yang ada di Dunia Valdoria, di penghujung zaman, 12 Maret 2178 Masehi. Kesultanan Umatradayawipa, negara terbesar di benua Miggleland yang berada di wilayah Samudera Pasifik bagian utara, Para dewa dan malaikat di Vallhalla mengamati benua itu dengan sinis, berdiskusi apakah ras siluman layak tetap ada dimuka bumi atau atau harus dimusnahkan.
.
Ketika langit terbakar dan bumi mengerang dalam kehancuran, para Dewa memutuskan untuk mengirimkan seorang malaikat ke dunia yang nyaris hancur. Malaikat itu bernama Isadora, makhluk suci yang diturunkan ke benua bernama Miggleland — sebuah tanah yang dulu makmur, kini menjadi reruntuhan pasca perang nuklir.
Miggleland bukanlah dunia yang mudah untuk dijelajahi. Di sini, siluman darah murni dan makhluk setengah siluman hidup dalam ketegangan dan permusuhan yang tak berkesudahan.
Setelah perang nuklir berakhir. Asap cendawan akibat ledakan membumbung tinggi ke atas awan di daratan Miggleland, hingga ke atmosfer bagian atas planet bumi. Kemudian asap cendawan itu mengelilingi dunia dan menghalangi cahaya matahari menuju bumi.
Sinar matahari yang sangat tipis tertutup cendawan awan hitam sisa dari perang nuklir yang terjadi hampir seratus tahun lalu.
Abad ke-22 bukan lagi masa kejayaan teknologi dan peradaban manusia. Bumi yang dulu berkilau dengan lampu-lampu kota futuristik kini terbungkus oleh lapisan es yang tebal dan dingin menusuk tulang. Abu nuklir yang menghalangi matahari mempercepat kedatangan zaman es. Zaman es baru telah tiba, menghancurkan segalanya dalam pelukannya yang beku. Seluruh planet kembali menjadi ladang salju luas, di mana kehidupan lama yang telah lama hilang mulai muncul kembali, bangkit dari kegelapan masa lalu. Benua ini hanya menerima sinar matahari dengan waktu yang singkat dalam satu tahun.
Di dataran beku yang membentang luas, makhluk-makhluk yang dipercaya hanya hidup di buku sejarah dan fosil tiba-tiba kembali menguasai dunia. Mamoth berbulu lebat, dengan gading besar melengkung ke langit abu-abu, muncul dari balik salju. Mereka melangkah perlahan di antara sisa-sisa peradaban manusia, hidup kembali dari lapisan es yang meleleh.
Tak jauh dari sana, bayangan besar berkelebat di balik pepohonan beku. Harimau bertaring pedang, makhluk buas yang punah ribuan tahun lalu, kini mengaum lagi di hutan es, berburu mangsa yang masih bertahan hidup di dunia baru yang brutal ini. Mereka adalah raja dan ratu zaman es yang bangkit kembali, menguasai ekosistem yang berubah drastis..
Pada tahun 2147, para ilmuwan memperingatkan sebuah fenomena yang mustahil terjadi: Bumi tengah memasuki siklus pendinginan ekstrem, menyebabkan lapisan es kutub mengembang dengan cepat. Tidak lama kemudian, badai salju raksasa melanda benua-benua, memadamkan kehidupan yang dikenal manusia. Suhu turun hingga -60 derajat Celsius di tempat yang dulu hangat. Kota-kota hancur, teknologi kolaps, dan banyak peradaban runtuh.
Di bawah lapisan es yang tebal, rahasia Bumi purba mulai terkuak kembali.
Manusia yang selamat hidup terpecah-pecah dalam kelompok-kelompok kecil, mengembara mencari tempat berlindung di reruntuhan yang tertutup es. Mereka belajar bertahan di dunia yang tak ramah, memanfaatkan teknologi sederhana dan beradaptasi dengan lingkungan ekstrem. Beberapa kelompok bahkan mulai menjinakkan mamoth sebagai hewan beban dan pelindung.
Namun, ancaman terbesar bukan hanya suhu beku, melainkan makhluk purba yang kini menjadi predator teratas. Harimau bertaring pedang, berkelompok dan licik, terus mengintai dan menyerang manusia yang lengah. Dunia baru ini bukan hanya tentang bertahan hidup, tetapi juga tentang memperebutkan wilayah dan sumber daya yang semakin menipis.
Cahaya tipis-tipis matahari yang ditutupi oleh abu nuklir seratus tahun lalu itu tak gagal menyinari dahi raja yang dipenuhi dengan keringat dingin karena kegelisahannya.
Di tengah benua itu berdiri Keamiran Umatradayawipa atau Kerajaan Miggleland, sebuah negara yang dipimpin oleh Sultan Ghaozon Mahmed. Sultan yang keras memerintah dari ibu kota megah Rumeli Hisari, memimpin pasukan manusia setengah siluman yang berjuang mati-matian melawan Kerajaan Asura, markas besar para siluman darah murni yang dipimpin oleh Mayasura — sosok yang ditakuti dan dihormati oleh seluruh penjuru.
Isadora tiba dengan misi suci untuk bisa menebus dosanya dan kembali ke Valhalla: menghabisi semua siluman demi membersihkan bumi sesuai titah para Dewa. Namun, sebelum ia sempat menjalankan tugasnya, sebuah serangan dahsyat mengoyak pikirannya, membuatnya kehilangan ingatan. Dalam kondisi yang rapuh itu, ia ditemukan dalam keadaan pingsan dan nyaris tewas oleh seorang pemuda bernama Selimgrad Mejid— seorang tentara Janissary yang gagah berani dari Keamiran Umatradayawipa.
Dia bukan sekadar tentara Janissari biasa Selim adalah manusia setengah siluman. Namun, Selim membuktikan dirinya bukan hanya sebagai prajurit tangguh, melainkan juga sebagai teknisi senjata jenius yang mampu menciptakan alat perang yang mampu menandingi kekuatan siluman darah murni.
Selim bukan hanya seorang prajurit, ia juga seorang jenius teknisi senjata, yang dengan cepat membantu Isadora untuk bertahan hidup di dunia keras ini. Perlahan, Anita mulai merasakan sesuatu yang asing namun menghangatkan hatinya — perasaan yang tak pernah ia alami selama ini, perasaan yang mulai mengikis misi sucinya.
Di antara debu dan bara pertempuran, antara manusia, siluman, dan pengkhianatan, Isadora mulai menghadapi konflik batin yang berat: haruskah ia tetap setia pada titah para Dewa atau mengikuti kata hatinya yang kini terpaut pada anak dari Selim ?
Meskipun Isadora gagal menikahi Selimgrad Mejid, dia tak putus asa dalam menemukan cinta, ironisnya dia juga jatuh cinta anak Selimgrad Mejid yaitu Selimgrad Humsin saat masih bayi dan bersumpah setia akan selalu melindunginya.
Isadora yang awalnya malaikat menjelma dan bereinkarnasi menjadi gadis kecil siluman ular dari garis ras vibora yang seumuran dengan Selimgrad Humsin demi memuaskan cintanya pada sang siluman. Tubuhnya mengandung kekuatan dan kelincahan ular yang mematikan, memberikan keunggulan di medan perang, sekaligus menimbulkan ketidakpercayaan di kalangan manusia murni.
Sayap Malaikat Isadora diciptakan hanya untuk melesat ke masa depan yang jauh. Meskipun terkadang takdir dan masa depan tak bisa diungkap...
XXX
Kerajaan Miggleland terdampar dan menetap di benua yang memiliki iklim dingin.
Di zaman ini, manusia sudah mampu mengendalikan gravitasi bumi, manusia menggunakan gulungan super konduktor besar yang ditumpuk untuk menghasilkan medan gravitasi buatan. Dengan mengendalikan gravitasi manusia sudah mampu menciptakan alat yang dapat membuat bangunan bisa mengapung di atas langit.
Manusia zaman ini mampu mengendalikan gelombang elektromagnetik yang digunakan untuk menghasilkan medan gravitasi buatan. Gelombang ini bisa diaktifkan atau dinonaktifkan dengan perintah sang raja untuk mengendalikan gravitasi suatu bangunan.
Tetapi penguasa di kerajaan ini hanya mengizinkan bandara sebagai satu-satunya bangunan yang mengapung di atas awan. Berbeda dengan di negara lain di mana bangunan terapung tempat hidup orang kaya, sedangkan orang miskin tetap hidup di permukaan bumi dan tetap menjalani gaya hidup nenek moyangnya yang terbelakang.
Raja Ghaozon Bhirawa Sanca, penguasa Minggleland saat ini, berusaha sebaik mungkin mengurangi kesenjangan sosial di antara rakyatnya. Tetapi kesenjangan sosial antara kaum bangsawan dan rakyat jelata tetap tak dapat dihindarkan di kerajaan ini. Karena itu, Raja Ghaozon tidak membangun istananya sendiri dengan mengapung di atas awan, melainkan tetap membangun di permukaan bumi.
Setelah perang nuklir berakhir. Asap cendawan akibat ledakan membumbung tinggi ke atas awan, hingga ke atmosfer bagian atas planet bumi. Kemudian asap cendawan itu mengelilingi dunia dan menghalangi cahaya matahari menuju bumi.
Sinar matahari yang sangat tipis tertutup cendawan awan hitam sisa dari perang nuklir yang terjadi hampir seratus tahun lalu. Cahaya tipis-tipis itu tak gagal menyinari dahi raja yang dipenuhi dengan keringat dingin karena kegelisahannya.
Kompleks di istana ini memiliki beberapa bangunan yang mengelilingi lapangan istana dan kebun, seperti gudang senjata, ruang harta, ruang makan, kamar raja, dan beberapa menara penjaga dengan kubah setengah lingkaran berlapis emas di atasnya. Jeruji besi menjadi jendela di menara penjaga itu.
Sambil berdiri di balkon kamarnya dengan kaki yang sedikit gemetar, Raja Ghaozon tampak sedang menantikan sesuatu yang sangat penting. Tak jauh dari Raja Ghaozon, dengan penuh kesabaran dan kesetiaan, sang perdana menteri mendampingi sang raja yang nampak sedang gelisah. Hati raja seakan dipenuhi kabut tebal, memandangi bandara-bandara terapung yang melayang tinggi di atas balkon istananya.
Kerajaan Miggleland memang menganut sistem pemerintahan monarki absolut, raja berperan sebagai kepala negara, kepala pemerintahan, sekaligus panglima tertinggi kemiliteran. Tetapi, berbeda dengan kebanyakan negara monarki absolut lainnya yang tak memiliki perdana menteri. Kerajaan Miggleland tetap memiliki grand vezir atau perdana menteri.
Grand vezir memiliki surat kuasa tertinggi di antara menteri-menteri yang lain. Jabatan grand vezir hanya dapat dicopot oleh raja sendiri.
Grand vezir berhak mengumpulkan semua vezir atau menteri lainnya yang lebih rendah jabatannya untuk membantu urusan negara. Namun perdana menteri di kerajaan ini hanya mewakili raja di saat-saat darurat sehingga kekuasaan perdana menteri sangat sempit jika dibandingkan dengan kekuasaan raja.
Pada senja hari ini, hati Raja Ghaozon terasa tersayat mendengar jerit kesakitan dari sang ratu yang terdengar seperti rauman harimau dari balik pintu kamarnya. Sang ratu meronta-ronta hingga suara kakinya terdengar menggeliat di atas tempat tidur, seakan sedang menendang sesuatu yang mengganjal di kakinya.

Posting Komentar untuk "Miggleland Dream (Bab 10)"