Autism Society Japan (ASJ) menyampaikan pernyataan resmi terkait manga Mii-chan and Miss Yamada karya Nene Azuki serta rencana adaptasinya ke anime. Organisasi tersebut menilai karya ini berpotensi memperkuat stigma terhadap penyandang disabilitas intelektual dan perkembangan.
Dalam pernyataannya pada Rabu 9 September 2026, ASJ menjelaskan bahwa manga tersebut memang tidak secara eksplisit menyebut karakter utama, Mii-chan, sebagai penyandang disabilitas. Namun, penggambaran karakter serta komentar sang kreator membuat sebagian pembaca menafsirkan Mii-chan sebagai seseorang dengan disabilitas intelektual atau perkembangan.
ASJ merasa perlu memberikan tanggapan karena organisasi tersebut bergerak dalam advokasi hak penyandang disabilitas. Selain itu, istilah "Mii-chan" belakangan disebut digunakan sebagai julukan bernada merendahkan terhadap anak-anak penyandang disabilitas, khususnya anak perempuan.
Kekhawatiran terhadap penggunaan istilah "Mii-chan"
ASJ terlebih dahulu menyoroti persoalan perundungan dan penggunaan istilah yang merendahkan terhadap penyandang disabilitas intelektual maupun perkembangan.
Organisasi tersebut merujuk pada pernyataan yang dikeluarkan Zenkoku Te o Tsunagu Ikuseikai RengÅkai atau National Hand-in-Hand Educational Society pada 19 Agustus. Dalam pernyataan itu, istilah "Mii-chan" disebut telah digunakan sebagai panggilan yang bersifat menghina.
ASJ juga mengungkapkan bahwa mereka menerima laporan dari saudara atau anggota keluarga anak yang didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme. Mereka khawatir penggunaan istilah tersebut dapat memicu ejekan dan perundungan di lingkungan sekolah.
Menurut ASJ, sejumlah penyandang disabilitas dan keluarga mereka yang membaca manga tersebut turut merasakan ketidaknyamanan dan kecemasan.
Organisasi itu mengakui bahwa Nene Azuki maupun penerbit Kodansha kemungkinan tidak bermaksud mendorong diskriminasi. Namun, ASJ menegaskan bahwa dampak yang telah terjadi tetap tidak dapat diabaikan.
ASJ mempertanyakan cara manga mengeksploitasi penderitaan
Kritik ASJ tidak hanya berfokus pada penggunaan istilah "Mii-chan". Organisasi tersebut juga menyoroti cara manga menggambarkan persoalan nyata yang dihadapi pekerja seks, masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, serta penyandang disabilitas.
ASJ mempertanyakan ketika pengalaman dan penderitaan kelompok rentan tersebut digunakan sebagai bagian dari karya hiburan yang menghasilkan keuntungan komersial.
Menurut organisasi tersebut, penggambaran Mii-chan yang dianggap terlalu "ringan" atau tidak serius justru berkontribusi terhadap munculnya penggunaan nama karakter itu sebagai ejekan terhadap penyandang disabilitas.
Video editor Kodansha ikut menjadi sorotan
ASJ turut membahas sebuah video yang kini telah dihapus, yang menampilkan para editor dari Young Magazine milik Kodansha ketika membicarakan manga tersebut.
Dalam video tersebut terdapat sejumlah tulisan di layar yang, menurut ASJ, menggunakan ungkapan bernada provokatif. Di antaranya adalah gagasan bahwa manga tersebut membuat pembaca ingin melihat Mii-chan menderita, ingin menyaksikan sisi tergelap dunia, serta ingin melihat seseorang terpuruk.
Bagi ASJ, materi promosi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana sebenarnya hubungan antara kisah Mii-chan dan karakter Yamada dibangun.
Kisah tersebut dapat dipahami sebagai bentuk penghormatan atau ungkapan empati Yamada terhadap Mii-chan. Namun, ASJ menilai materi dari pihak editorial justru memberikan kesan bahwa tragedi Mii-chan dimanfaatkan sebagai sumber hiburan.
Salah satu elemen yang masih dapat ditafsirkan secara berbeda adalah adegan Yamada yang setiap tahun mengunjungi makam Mii-chan. Menurut ASJ, adegan tersebut bisa dibaca sebagai bentuk empati Azuki terhadap Mii-chan melalui karakter Yamada.
Meski demikian, organisasi tersebut menilai sikap kreator dan penerbit secara keseluruhan membuat manga itu berisiko dipandang sebagai karya yang mengubah penderitaan kelompok rentan menjadi tontonan.
ASJ soroti proses penerbitan manga secara daring
ASJ juga mempertanyakan proses penerbitan Mii-chan and Miss Yamada yang pada awalnya dilakukan secara daring sebelum kemudian diterbitkan dalam bentuk fisik.
Menurut organisasi tersebut, prosedur penyuntingan, pengawasan, dan mitigasi risiko yang biasanya diterapkan dalam penerbitan manga cetak seharusnya juga diterapkan pada karya yang pertama kali dipublikasikan secara online.
ASJ menilai pengawasan ekstra semestinya dilakukan mengingat karya tersebut merupakan debut Azuki.
Karena itu, organisasi tersebut mendorong penerbit untuk memperbarui sistem pengawasan serta kebijakan mitigasi risiko mereka agar sesuai dengan perkembangan industri penerbitan di era digital.
ASJ menilai adaptasi anime tidak seharusnya dilanjutkan
Pada bagian akhir pernyataannya, ASJ secara terbuka menyampaikan bahwa Mii-chan and Miss Yamada sebaiknya tidak diadaptasi menjadi anime.
Organisasi tersebut menyatakan bahwa adaptasi anime tidak dianggap tepat, bahkan jika nantinya diberi batasan usia atau tidak ditayangkan secara bebas melalui televisi terestrial.
ASJ juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap proses produksi anime dengan mempertimbangkan sikap dan pola pikir pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan manga.
Selain itu, ASJ meminta agar karya yang berpotensi merendahkan penyandang disabilitas atau keluarganya tidak dijadikan bahan olok-olok maupun hiburan demi keuntungan komersial.
Sebaliknya, organisasi tersebut berharap penggambaran kehidupan penyandang disabilitas dan masyarakat yang mengalami kemiskinan dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman publik serta membantu menghubungkan kelompok rentan dengan sistem dukungan yang tersedia.
Manga tamat, anime masih dalam pengembangan
Mii-chan and Miss Yamada mulai dimuat melalui layanan online Kodansha, Magazine Pocket, pada September 2024 dan berakhir pada Agustus 2026. Volume ketujuh sekaligus volume terakhirnya resmi dikirimkan Kodansha pada 9 September.
Sementara itu, Flag Pictures mengumumkan proyek adaptasi anime pada 26 Juli. Pengumuman tersebut langsung memicu kritik dan kontroversi di kalangan publik. Sehari setelah pengumuman, Kodansha turut mengeluarkan pernyataan terkait kritik yang bermunculan.
Hingga artikel ini ditulis, proyek adaptasi anime Mii-chan and Miss Yamada masih berada dalam tahap pengembangan.

Posting Komentar untuk "Autism Society Japan Soroti Manga Mii-chan and Miss Yamada, Minta Adaptasi Anime Dibatalkan"